WATERFLO

infopaytren.com

Halaman

Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 September 2013

Dasar-Dasar Penelitian

Melakukan sebuah penelitian memang merupakan sebuah hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan tetapi selain itu juga akan memberikan sumbangan yang baik bagi kemajuan pengetahuan yang kita miliki. Untuk melakukan penelitian maka kita harus memperhatikan tentang banyak hal khususnya mengenai dasar-dasar penelitian yang harus kita pahami dengan seksama terlebih dahulu.

Hal ini sangat penting untuk kita lakukan agar dapat melakukan sebuah penelitian ilmiah yang bersifat objektif sehingga akan mampu memberikan data yang akurat yang dapat kita uji kebenarannya. Artikel berikut ini mungkin dapat membantu anda karena disini saya akan menjelaskan tentang dasar-dasar penelitian ilmiah, simak ulasan di bawah ini!

- Pendekatan. Ada dua jenis pendekatan yang kita lakukan dalam melakukan sebuah penelitian ilmiah. Pertama adalah tentang pendekatan ilmiah atau sebuah pendekatan yang menggunakan teori yang kita kembangkan yang dengannya kita aplikasikan pada data empiris yang diharapkan mampu memberikan sebuah hasil yang bersifat objektif. Yang kedua ada pendekatan non ilmiah, ini dapat terjadi dengan intuisi,prasangka,pikiran kritis ataupun yang lainnya.

- Sifat penelitian. Dalam melakukan penelitian kita perlu memperhatikan beberapa sifat . diantaranya skeptic atau sebuah sikap yang selalu mencari kebenaran tentang sebuah pernyataan yang ada pada penelitian. Sikap analisis yaitu dengan melakukan penganalisisan data pada setiap masalah dalam penelitian sehingga mampu terpecahkan. Kemudian sikap kritis yang memandang sebuah masalah penelitian berdasarkan logika dan juga objektifitas data yang diteliti.

- Syarat penelitian. Secara umum syarat penelitian merupakan hal yang sangat kita butuhkan untuk mendapatkan sebuah data yang benar-benar akurat. Pertama menyoalkan tentang masalah dan juga tujuan penelitian yang harus dijelaskan dengan tepat. Rumusan masalah, hingga prosedur penelitian yang digunakan pun harus jelas dan terbuka agar dilain waktu peneliti lain dapat dengan mudah mengembangkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

- Membuat sebuah kesimpulan hasil penelitian yang didasarkan pada objektifitas data yang akurat dan telah teruji kebenarannya.

- Selanjutnya kita juga harus memperhatikan hubungan antar beberapa variabel yang ada pada penelitian agar mampu dikembangkan dengan maksimal.

Nah itulah sedikit ulasan tentang dasar-dasar dalam sebuah penelitian ilmiah. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut maka akan tercipta penelitian yang memiliki hasil yang akurat. Semoga bermanfaat.

Jumat, 06 September 2013

Informasi Tentang Skala Pengukuran

Dalam melakukan sebuah penelitian terkadang kita memerlukan pengukuran data dalam bentuk angka-angka dan hal ini sangat penting demi keakuratan data yang kita peroleh, untuk itulah kita menggunakan skala pengukuran yang telah mendapat kesepakatan bersama. Misalnya saja ketika anda menginginkan untuk mengukur berat suatu benda maka anda memerlukan sebuah timbangan yang tentu telah memiliki skala pengukuran tertentu.

Dengan cara tersebut data yang anda peroleh akan dapat dengan mudah dipahami dan di tindak lanjuti karena disajikan dalam bentuk kuantitatif yang mengandalkan angka-angka. Dengan satuan pengukuran ini kita dapat melakukan sebuah penelitian dengan waktu yang cepat mudah dan memiliki keakuratan yang lebih baik. Untuk itulah artikel berikut ini sangat layak untuk anda baca karena disini saya akan menjelaskan kepada anda tentang skala pengukuran yang harus anda ketahui , simak ulasan berikut!

Skala pengukuran dapat kita bedakan menjadi empat jenis yang diantaranya adalah skala nominal, skala ordinal, skala interval dan yang terakhir ada skala rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki perbedaan seperti yang saya jelaskan di bawah ini.

1. Yang pertama kita menjumpai skala nominal. Dari keempat skala pengukuran yang ada maka bisa kita katakan bahwa skala nominal ini merupakan sebuah skala pengukuran yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan oleh kita. Skala ini memudahkan bagi kita untuk mengklasifikasikan orang ataupun objek lainnya dalam sebuah kelompok dengan metode kualitatif. Misalkan saja dengan mengelompokkan orang berdasarkan jenis kelaminnya, Pria dan wanita misalnya.

2. Yang kedua ada skala ordinal. Skala ini memberi kemudahan bagi kita untuk menyusun sebuah data berdasarkan urutannya dengan menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Misalnya saja pada saat kita mengukur berat badan sekelompok orang maka kita akan dapat dengan mudah mengurutkannya berdasarkan nilai berat badan yang paling kecil ke yang paling besar ataupun juga sebaliknya.

3. Skala interval memiliki kelebihan tentang penyajian data jika kita bandingkan dengan dua skala di atas. Skala interval ini memiliki cara penyusunan data yang hampir serupa dengan skala ordinal. Namun pada skala interval kita akan dapat mengetahui data dengan lebih akurat karena dapat menentukan selisih antar objek diteliti.

4. Yang terakhir ada skala rasio yang sebenarnya telah mencakup ketiga skala di atas. Skala ini memberikan kita rasio pada objek yang kita data baik dengan cara pembagian maupun perkalian.

Demikianlah ulasan yang bisa saya berikan semoga memberi manfaat bagi anda.

Selasa, 03 September 2013

Manfaat Teoritis Penelitian

Seperti yang kita tahu, untuk mengetahui bagaimana serta seberapa jauh peran dari sebuah penelitian, maka sebaiknya melihat kembali jenis daripada penelitian itu sendiri. Penelitian memang memiliki peran penting apabila dilakukan dengan cara yang baik dan benar, karena suatu penelitian bisa digunakan sebagai jembatan untuk :
  • Menginterpretasikan fenomena yang ada di masyarakat serta meningkatkan kemampuannya.
  • Memudahkan dalam mencapai tujuan
  • Untuk memberikan rekomendasi
  • Untuk alat perencanaan dalam melakukan kegiatan berikutnya
  • Bisa mengatasi maupun menjawab persoalan yang tengah dihadapi
  • Untuk alat pengambilan keputusan
  • Untuk media pengembangan ilmu
  • Untuk alat pengambilan keputusan dalam memecahkan permasalahan
  • Untuk menyelesaikan masalahan sehari-hari
Manfaat penelitian sendiri yaitu untuk menyelidiki keadaan , alasan maupun konsekuensi terhadap keadaan tertentu. Keadaan tersebut dapat dikontrol dengan melalui eksperimen maupun berdasarkan observasi. Sebab penelitian berperan penting untuk memberikan fondasi atas tindak dan juga keputusan dalam semua aspek.

Apabila penelitian tidak di lakukan, maka semua kenyataan yang ada tidak akan pernah di lakukan pengujian dahulu dengan melalui penelitian. Banyak sekali yang menyimpulkan bahwasanya kontribusi atas hasil penelitian memiliki nilai yang sangat tinggi apabila kita bandingkan dengan biaya yang di keluarkan untuk memenuhi keperluan tersebut. Terdapat 2 cara untuk bisa menilai keuntungan dari dilakukannya penelitian. Yang pertama yaitu dengan menggunakan teknik "internal rate of return to investment" dan yang kedua melakukan penghitungan atas output per dolar.

Manfaat penelitian
Di dalam pengertian suatu penelitian mengandung dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan juga manfaat praktis.

1. Manfaat teoritis

Penelitian ini bertitik tolak dengan meragukan suatu teori tertentu atau yang disebut dengan penelitian verifikatif. Adanya keraguan terhadap teori itu muncul apabila yang terlibat tidak dapat lagi menjelaskan kejadian-kejadian aktual yang tengah dihadapi. Dilakukannya pengujian atas teori tersebut bisa melalui penelitian secara empiris serta hasilnya dapat menolak ataupun mengukuhkan serta merevisi teori yang berhubungan.

2. Manfaat praktis

Di lain sisi, penelitian juga berguna untuk memecahkan permasalahan praktis. Semua lembaga yang bisa kita jumpai di masyarakat, seperti lembaga pemerintahan ataupun lembaga swasta, sadar akan manfaat tersebut dengan menempatkan suatu penelitian dan juga pengembangan sebagai bagian dari integral organisasi merek.

Jadi kedua manfaat tersebut adalah syarat untuk dilakukannya sebuah penelitian yang mana telah dinyatakan di dalam desain atau rancangan penelitian.

Senin, 02 September 2013

Implikasi Penelitian

Pada dasarnya implikasi bisa kita definisikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Akan tetapi secara bahasa memiliki arti sesuatu yang telah tersimpul di dalamnya. Di dalam konteks penelitian sendiri, implikasi bisa di lihat. Apabila dalam sebuah penelitian kita mempunyai kesimpulan misalnya "A", "Manusia itu bernafas". Maka "Manusia itu bernafas" yang kita sebut dengan implikasi penelitian. Untuk contohnya, dalam hasil penelitian kita menemukan bahwa siswa yang di ajar dengan metode "A" lebih kreatif serta memiliki skill yang lebih baik.

Dengan demikian dengan menggunakan metode belajar "A" kita bisa mengharapkan siswa menjadi lebih kreatif dan juga memiliki skill yang baik. Setelah itu perlu juga untuk dihubungkan dengan konteks penelitian yang telah kita bangun. Contohnya, sampelnya kelas berapa? seperti apa karakteristik sekolah? ada berapa sampel? dan lain-lainnya. Nah, memang sudah seharusnya implikasi penelitian di lakukan secara spesifik layaknya karakteristik di atas.

Implikasi memiliki tujuan untuk membandingkan suatu hasil penelitian antara yang lalu dengan yang baru saja dilakukan. Adapun macam-macam implikasi seperti :
  • Implikasi teoristis
Dalam bagian ini seorang peneliti menyajikan berbagai gambar secara lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian tersebut. Tujuannya untuk meyakinkan para penguji terhadap kontribusi ilmu pengetahuan maupun teori yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah penelitian.
  • Implikasi manjerial
Bagian ini seorang peneliti menyajikan implikasi mengenai kebijakan-kebijakan yang bisa dikaitkan dengan berbagai temuan yang di dapatkan dari penelitian tersebut. Implikasi manajerial dapat memberikan suatu kontribusi yang praktis untuk manajemen.
  • Implikasi metodologi
Bagian ini cenderung bersifat operasional serta mampu menyajikan refleksi penulis tentang metodologi yang hendak digunakan di dalam penelitian yang dilakukan. Contohnya bagian ini bisa disajikan berupa penjelasan mengenai bagian dari metode penelitian mana yang sudah dilakukan dengan baik, bagian mana yang cenderung sulit, dan juga prosedur mana yang sudah dikembangkan untuk memecahkan berbagai masalah ataupun kesulitan yang sebenarnya belum tergambarkan pada literatur mengenai metode penelitian. Sebuah penelitian bisa menyajikan pendekatan-pendekatan yang dapat dipergunakan di dalam sebuah penelitian lanjutan maupun penelitian yang lainnya guna mempermudah atau meningkatkan mutu dari penelitian itu sendiri.

Rancangan Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang tidak menggunakan perhitungan statistik, matematika maupun komputer di dalamnya. Sehingga proses penelitiannya dimulai dari menyusun sebuah asumsi dasar serta aturan berpikir yang hendak digunakan untuk penelitian. Adapun beberapa tahapan untuk membuat sebuah rancangan penelitian kualitatif yang akan dijadikan pedoman, meskipun belum ditetapkan patokan yang standar namun penelitian kualitatif cenderung sulit dibuat sebab terikat dengan karakteristiknya yang fleksibel dan jalannya sangat mudah berubah-ubah menyesuaikan kondisi.

Berikut ini rancangan yang bisa dilakukan untuk membuat penelitian kualitatif, yaitu dengan tahapan-tahapan :

1. Mengangkat permasalahan
Masalah dalam penelitian kualitatif adalah isu atau permasalahan yang nantinya akan menentukan keharusan mengapa harus dilakukannya penelitian tersebut. Permasalahan ini dapat muncul dari beberapa sumber. Baik itu dari pengalaman pribadi maupun yang lainnya. Intinya sumber tersebut memang sangatlah beragam. Dalam mengangkat suatu permasalahan, maka masalah tersebut harus mempunyai keunikan serta daya tarik tersendiri.

2. Menentukan topik penelitian
Pada penelitian kualitatif, untuk menentukan topik penelitian memang tidak bisa lepas dari kajian empiris dari permasalahan yang terus berlangsung serta dapat di amati. Sedangkan ketetapan suatu topik penelitian bisa di elaborasi berupa judul penelitian seperti :
  • Topik kebijakan dan perencanaan pendidikan
  • Topik ekonomi / pembiayaan pendidikan
  • Topik manajemen
  • Topik kepemimpinan
3. Menentukan fokus inQuiri
Pada penelitian kualitatif, fokus masalah juga disebut dengan pembatasan masalah. Misalnya topik yang dipilih yaitu kepemimpinan. Tentu yang harus di kaji adalah paradigma kepemimpinan yang tengah berkembang serta isu-isu mengenai kepemimpinan yang sedang hangat dibicarakan. Kemudian dalam penelitian kualitatif, untuk menentukan fokus juga harus didasarkan pada informasi terbaru yang didapatkan dalam situasi sosial.

4. Membentuk rumusan masalah
Fokus permasalahan di dalam penelitian kualitatif merupakan rumusan masalah yang sifatnya tidak tetap atau sementara serta bisa berubah setelah peneliti berada di lapangan. Sedangkan pertanyaan mengenai penelitian kualitatif dirumuskan dengan tujuan memahami fenomena yang kompleks yang erat kaitannya dengan berbagai aspek.

5. Prinsip perumusan masalah
Pada dasarnya prinsip perumusan masalah penelitian kualitatif di dapatkan dari hasil kajian rumusan masalah. Hal ini perlu untuk di kemukakan bahwa prinsip tersebut dilakukan untuk pedoman dalam merumuskan masalah.

Dalam penelitian memang tidak lepas dari yang namanya rancangan, akan tetapi pada rancangan penelitian kualitatif sifatnya sementara. Sebab pada saat penelitian berlangsung, seorang peneliti akan terus menyesuaikan rancangannya dengan melihat kenyataan yang sedang berlangsung.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Penelitian Historis

Historical research atau yang kita kenal dengan penelitian historis merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk merekonstruksi suatu kondisi di masa lalu secara sistematik, objektif dan juga secara akurat. Dengan melalui penelitian ini maka bukti-bukti akan dievaluasi dan di analisis serta kemudian di sintesiskan. Untuk selanjutnya akan dirumuskan suatu kesimpulan atas bukti-bukti tersebut.

Penelitian historis umumnya data yang didapatkan berasal dari catatan-catatan, laporan verbal maupun artifak-artifak. Sementara hasil penelitiannya dapat berupa narasi deskriptif atau bisa juga analisis terhadap suatu peristiwa yang telah lama terjadi. Adapun beberapa ciri yang paling dominan dalam penelitian historis, seperti :
  • Penelitian adakalanya akan lebih bergantung terhadap hasil observasi orang lain ketimbang hasil sendiri.
  • Data penelitian didapatkan dari observasi yang cermat, didapatkan dari sumber terpercaya dan datanya harus otentik dan objektif. 
  • Data yang didapatkan harus bersifat sistematik berdasarkan urutan peristiwa, serta harus bersifat tuntas.
  • Mensyaratkan data perlengkap dan juga data pokok. Data pokok tersebut bersumber atas penelitian yang dilakukan secara langsung baik dengan melakukan observasi ataupun benar-benar menyaksikan suatu kejadian yang dituliskan dalam laporan penelitian. Sementara data perlengkap didapatkan dari penelitian yang dihasilkan oleh orang lain.
  • Perlu adanya kritik internal maupun eksternal. Kritik eksternal bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan seperti, apa dokumen ini bersifat realistik atau autentik? Sedangkan untuk kritik internal bisa dilakukan dengan menanyakan, apakah data tersebut relevan atau akurat?. Jadi kritik internal dan eksternal pulalah yang membuat penelitian historis menjadi bersifat ketat dan tertib
  • Seorang peneliti harus mengumpulkan data dengan tuntas, dan bukan mengumpulkannya secara tertulis dan yang dilihat saja. Melainkan harus menggali lebih lanjut lagi. Data-data terus digali dan kemudian di rekonstruksi kembali.
Sementara langkah umum dalam melakukan penelitian historis yaitu :
  • Merumuskan dan juga mengidentifikasi masalah.
  • Mengidentifikasi permasalahan dengan memberikan berbagai pertanyaan.
  • Merumuskan tujuan suatu penelitian serta apabila memungkinkan, maka juga menyusun hipotesis yang hendak digunakan sebagai arah fokus sebuah penelitian.
  • Membedakan data sekunder dan data primer, Kemudian data tersebut dikumpulkan. Dalam pengumpulan ini biasanya dibutuhkan lembaran catatan.
  • Yang terakhir menuangkan suatu hasil penelitian berupa laporan tertulis.

Jumat, 30 Agustus 2013

Matrik Penelitian

Matrik penelitian bisa kita katakan sebagai gambaran penelitian itu sendiri. Di dalam matrik penelitian biasanya terdapat beberapa hal yang harus kita isikan seperti judul, rumusan masalah, tujuan dari penelitian, hipotesis (apabila ada), populasi dan juga matrik itu sendiri.

Adapun untuk mengetahui lebih jelas perhatikan ulasan berikut.

1. Judul
Disini kita menuliskan judul penelitian yang dilakukan, seperti biasa judul bisa di dapatkan setelah melakukan penelitian. Sebab judul dan tema itu berbeda

2. Rumusan masalah
Di dalam rumusan masalah, disini kita menuliskan beberapa pertanyaan yang bisa diajukan. Pertanyaan tersebut di buat untuk memberi arahan mengenai penelitian yang dilakukan.

3. Batasan masalah
Di sini dilakukan batasan-batasan masalah supaya seorang peneliti tidak keluar dari jalur permasalahan yang telah ditentukan.

4. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian berisikan tujuan-tujuan yang hendak di ketahui dengan dilakukannya penelitian itu sendiri. Biasanya tujuan berisikan lebih dari satu, sehingga penelitian yang dilakukan bisa untuk mengetahui banyak hal.

5. Populasi
Populasi merupakan jumlah dari objek yang hendak diteliti, jadi ini merupakan kumpulan data-data yang menjadi bahan penelitian. Begitu juga dengan sampel dan sampling.

6. Matrik
Di dalam penyusunan matrik, diantaranya meliputi variabel, indikator, data yang hendak di gali maupun teknik untuk pengumpulan data yang dilakukan. Beberapa variabel biasanya di muat di dalamnya, selain itu indikator-indikator yang berpengaruh juga menjadi bahan masukan penelitian, Biasanya data yang digali ada beberapa hal termasuk di antaranya hal-hal yang hendak digali lebih jauh dengan dilakukannya penelitian tersebut. Adapun teknik pengumpulan data juga dimuat di dalamnya, teknik tersebut bisa berupa pengamatan, kuisoner maupun dengan teknik angket.

Biasanya matrik penelitian di buat dalam bentuk tabel, jadi tabel tersebut disusun berdasarkan informasi maupun data-data yang ada. Dengan menyusun matrik penelitian itulah seorang peneliti bisa lebih mudah dalam memberikan gambaran mengenai penelitian yang di lakukan termasuk judul, rumusan masalah, tujuan dan sebagainya. Selain itu matrik penelitian biasa digunakan untuk memudahkan dalam melakukan skripsi, sebab dengan begitu semua akan lebih berjalan terstruktur dan bisa mendapatkan hasil penelitian sesuai dengan yang di inginkan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Desain Penelitian Kualitatif

Di dalam penelitian kualitatif, untuk bentuk desain sebuah penelitian memang dimungkinkan untuk bervariasi. Hal ini sesuai berdasarkan bentuk alami dari penelitian kualitatif yang memiliki sifat emergen yang mana suatu fenomena bisa muncul sesuai apa yang di temui peneliti ketika melakukan penelitian di lapangan.

Pendekatan kualitatif sendiri memang memberikan beragam pilihan desain penelitian. Namun desain-desain itu lebih bersifat aplikatif sehingga dapat mudah diterapkan dalam suatu penelitian. Jadi seorang peneliti bisa menentukan model yang sesuai untuk digunakan. Secara umum, ketika meneliti masyarakat misalnya, atau bisa juga sekumpulan individu, maka penelitian kualitatif menawarkan setidaknya tiga desain yaitu :

Penelitian lapangan
Desain ini digambarkan sebagai ragam metode guna memperoleh informasi di lapangan. Jadi peneliti yang menggunakan desain ini harus mempunyai kecerdasan maupun keahlian individu untuk bertindak dan berpikir ketika di lapangan. Sementara tujuan dilakukannya penelitian lapangan yaitu untuk mendapatkan pemaknaan sosial melalui berbagai perspektif di dalam konteks masyarakat atau sosial.

Etnometodologi dan Etnografi
Ini adalah ragam desain suatu penelitian yang detail daripada penelitian lapangan. Etnografi di definisikan sebagai kumpulan cara yang dipergunakan untuk menggambarkan cara pandang maupun budaya mereka melalui sebuah fenomena. Tidak jauh berbeda dengan etnografi, untuk etnometodologi menggunakan cara mendalam atas fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam desain penelitian ini kebenaran yang mereka cari di asumsikan tidak bersifat kaku dan sudah terbentuk, bersifat cair serta tidak stabil. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan yang lebih jauh lagi dengan melakukan observasi dan partisipatif supaya mendapatkan hasil yang sesuai.

Studi kasus
Desain ini umumnya dilakukan dalam penelitian sebuah topik yang spesifik. Selain itu desain penelitian ini adalah penjelasan komprehensif serta uraian mengenai berbagai aspek atas sebuah kelompok ataupun individu. Ia mencoba untuk mengkaji sebuah kasus secara khusus dan maksimal yang bertujuan bisa memberikan pandangan secara lengkap atas subjek yang di teliti.

Penelitian kualitatif juga dapat dipandang sebuah penelitian partisipasi yang mana desain penelitiannya mempunyai sifat yang fleksibel atau dapat diubah menyesuaikan rencana yang sudah di buatnya dengan melihat gejala yang terdapat pada tempat penelitian sebenarnya. Sehingga untuk mendapatkan desain penelitian yang baik, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal :
  • Seorang peneliti harus menaruh minat atas tema maupun topik yang lazimnya masih bersifat umum.
  • Permasalahan di analisis dan diidentifikasi guna menarik pertanyaan yang berhubungan dengan fokus permasalahan.
  • Seorang peneliti harus mengetahui orang yang mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil penelitian.
  • Hendaknya penelitian mengetahui sebuah metode yang sesuai untuk digunakan agar permasalahan cepat terselesaikan.

Rabu, 28 Agustus 2013

Data Hasil Penelitian

Aktivitas dalam sebuah penelitian memang tidak lepas dari keberadaan data yang seperti kita tahu merupakan bahan baku untuk informasi serta bisa memberikan gambaran yang spesifik atas objek penelitian. Adapun dengan melakukan suatu penelitian tentu akan mendapatkan data dari hasil penelitian yang dilakukan. Data hasil tersebut bisa berasal dari berbagai macam sumber yang telah dikumpulkan serta di olah dengan berbagai teknik selama kegiatan penelitian itu dilakukan. Data hasil penelitian sendiri bisa digolongkan menjadi dua. Yaitu berdasarkan sumbernya maupun berdasarkan sifatnya.

Data berdasarkan sumbernya
Data hasil penelitian ini bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Data primer
Data ini di dapatkan ataupun dihasilkan melalui sebuah penelitian langsung dari sumber datanya. Sehingga data primer ini juga disebut sebagai data baru atau data asli yang bersifat up to date. Seorang peneliti untuk bisa mendapatkan data ini harus mengumpulkannya dengan cara langsung. Peneliti bisa menggunakan teknik observasi, diskusi, wawancara maupun penyebaran kuisoner untuk mendapatkannya.

2. Data sekunder
Data ini di dapatkan atau bisa juga dihasilkan peneliti dari sumber yang telah ada. Jadi data hasil penelitian ini diperoleh melalui berbagai macam sumber seperti jurnal, laporan, buku dan sebagainya.

Data berdasarkan sifatnya
Data hasil penelitian berdasarkan sifat maupun bentuknya juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Yaitu :

1. Data kualitatif
Data ini dinyatakan bukan dalam bentuk angka melainkan berbentuk kata-kata. Data ini dihasilkan dengan melalui berbagai teknik pengumpulan data, contohnya seperti wawancara, diskusi, analisis dokumen maupun observasi. Adapun bentuk lain dari data kualitatif berupa gambar yang didapatkan dari hasil rekaman video ataupun pemotretan.

2. Data kuantitatif
Data hasil penelitian ini berupa angka maupun bilangan. Sama seperti bentuknya data ini bisa di olah atau bisa di analisis dengan menggunakan teknik perhitungan statistika dan matematika. Berdasarkan cara atau prosesnya untuk menghasilkannya, data kuantitatif bisa dikelompokkan dalam 2 bentuk seperti :
  • Data diskrit, data ini berupa angka atau bilangan yang didapatkan melalui cara membilang.
  • Data kontinum, data ini berupa angka atau bilangan yang dihasilkan atas pengukuran. 

Selasa, 27 Agustus 2013

Penelitian Case Control

Penelitian case control merupakan penelitian jenis analitik observasional yang dilakukan dengan cara membandingkan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol berdasarkan status paparannya. Hal tersebut bergerak dari akibat ( penyakit ) ke sebab ( paparan ). Ciri-ciri dari penelitian case control adalah pemilihan subyek yang didasarkan pada penyakit yang diderita, kemudian lakukan pengamatan yaitu subyek mempunyai riwayat terpapar faktor penelitian atau tidak.

Penelitian case control dapat digunakan untuk mencari hubungan seberapa jauh faktor resiko mempengaruhi terjadinya suatu penyakit. Misalnya adalah hubungan antara intensitas atau jangka waktu penyemprotan nyamuk demam berdarah ( Fooging ) dengan seberapa banyak warga yang terjangkit penyakit DBD.

Penelitian observasional :
• Penelitian awalnya harus dilakukan berdasarkan kelompok kontrol atau kasus

• Kelompok kontrol digunakan agar lebih memperjelas tentang ada atau tidak dalam hubungan sebab akibat

• Adanya hipotesis yang lebih spesifik dan diuji secara statistik

• Resiko yang ditanggung dalam setiap kelompok sama

• Dalam penelitian kasus kontrol, yang dibandingkan adalah pengalaman oleh faktor resiko antara kelompok kasus dengan kelompok kontrol

• Perhitungan besarnya resiko relatif hanya melalui perkiraan atau melalui perhitungan ( Odds Ratio ).

Keuntungan
• Sifatnya relatif murah dan mudah

• Periode yang digunakan dalam jangka waktu yang lama

• Dapat digunakan untuk meneliti suatu penyakit langka

• Digunakan untuk mengetahui pengatuh dari penyakit yang ditimbulkan

Kelemahan
• Alur metodologi inferensi kasula yang bertentangan dengan logika normal

• Tidak dapat menghitung laju insidensi

• Sulit untuk mengetahui informasi validasi

• dipilih dua populasi secara terpisah dalam kelompok kasus dan kontol

• Banyaknya faktor resiko yang akan dirasakan

Kemudian selanjutnya adalah kriteria pemilihan kasus :
• Para Kriteria diagnosis dan inklusi dibuat dengan jelas

• Biasanya berasal dari populasi masyarakat

Kriteria Pemilihan Kontrol :
• Mempunyai potensi oleh faktor resiko yang sama dengan kelompok kasus

• Tidak menderita penyakit yang di teliti

• Bersedia ikut dalam penelitian

Tahapan penelitian case control diantaranya adalah :
a) Identifikasi variabel-variabel penelitian ( faktor resiko dan efek )

b) Menentukan objek mana yang akan diteliti, menggunakan sampel dan populasi

c) Mengidentifikasi kasus

d) Pemilihan subyek sebagai kontrol

e) Pengukuran yang digunakan adalah retrospektif atau melihat ke belakang dan melihat resiko yang akan diterima

f) Analisis dilakukan dengan membandingkan antara variabel objek dengan kontrol

Semoga artikel di atas bermanfaat.

Senin, 26 Agustus 2013

Pengertian Penelitian Deskriptif

Penjelasan pengertian penelitian deskriptif ialah salah satu cara penelitian dengan menggambarkan serta menginterpretasi suatu objek sesuai dengan kenyataan yang ada, tanpa dilebih-lebihkan. Penelitian deskriptif sering disebut sebagai noneksperimen, dikatakan demikian karena penelitian ini seseorang yang meneliti tidak melakukan manipulasi variabel dan juga selalu mengutamakan fakta, sehingga peneliti ini murni menjelaskan dan menggambarkannya.

Jika pada penelitian biasanya menggunakan suatu proses pengujian, maka pada metode deskriptif, sang peneliti hanya menggunakan relasi antar variabel, mengembangkan suatu teori yang telah dikemukakan dan memiliki suatu validitas universal, pengujian hipotesis serta pengembangan generalisasi. Penelitian deskriptif dijalankan dengan cara mengumpulkan data yang kemudian data tersebut guna mengetes pertanyaan atau hipotesis dengan kejadian yang dialami saat ini. hal ini dilakukan agar peneliti dapat mengerti fakta yang terjadi pada suatu masalah yang terjadi. Setelah objek tersebut telah diteliti, maka mereka melaporkan data tersebut apa adanya sesuai kenyataan.

Tujuan utama dalam melakukan penelitian deskriptif ialah untuk menggambarkan situasi atau objek dalam fakta yang sebenarnya, secara sistematis dan karakteristik dari subjek dan objek tersebut diteliti secara akurat, tepat dan sesuai kejadian yang sebenarnya. Karena penelitian deskriptif sangat berguna untuk dijadikan laporan pada suatu penelitian, maka saat ini banyak sekali peneliti yang memakai metode deskriptif untuk mendapatkan keunikan permasalahan yang kaitannya dengan berbagai bidang pendidikan hingga perilaku manusia.

Bukan hanya peneliti professional saja yang menggunakan cara deskriptif tersebut, melainkan peneliti muda yang tertarik menggunakan penelitian tersebut, data yang disajikan lebih real, dan juga bentuk yang sederhana dan mudah untuk dipahami tanpa memerlukan teknik statistik yang sulit dan kompleks. Meskipun yang dibahas lebih ke arah yang kompleks dan hanya satu tema, contohnya penggambaran secara fakta kelompok anak. Selain yang dibahas dalam criteria kompleks, ternyata cara deskriptif juga dilakukan dengan objek yang lebih spesifik dan natural, misalnya kasus yang sedang dibahas bersifat lebih mendalam, maka dengan cara deskriptif dapat memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang kasus tersebut.

Pengertian penelitian deskriptif sebenarnya proses yang sama dengan penelitian lainnya, hanya saja lebih bersifat menggambarkan objek yang diteliti dengan keadaan sesuai fakta.

Pengolahan Data Penelitian

Pengolahan data penelitian dilakukan untuk menjadikan data tersebut lebih mudah dipahami. Pengolahan diartikan sebagai mengerjakan, mengusahakan dan berupaya menjadikan supaya suatu barang lebih terlihat berbeda dari yang lainnya dan membuatnya lebih sempurna. Arti kata dari pengolahan bisa disebut sebagai cara, proses ataupun perbuatan mengolah. Sedangkan data diartikan sebagai suatu keterangan  yang disajikan dalam bentuk nyata dan benar, dapat disebut juga sebagai suatu keterangan atau bahan yang dijadikan untuk dasar kajian.

Pengertian dari data itu sendiri ialah fakta empiric yang telah dikumpulkan sebagai bahan pemecah masalah tau menjawab berbagai pertanyaan, biasanya sang peneliti menggunakan data tersebut untuk memberikan informasi yang lebih akurat dan dapat dilihat dari mana sumber itu berasal. Data penelitian dapat diperoleh dari beberapa sumber tepercaya lalu dikumpulkan menggunakan berbagai. Kegiatan penelitian yang menggunakan data yang rancu, akan menimbulkan berbagai masalah, oleh karena itu diperlukan data yang seakurat mungkin agar proses penelitian menjadi lebih tepercaya kebenarannya.

Dalam pengolahan data penelitian harus dilakukan beberapa tahap, yang pertama adalah periapan penelitian. Dalam langkah ini yang dibutuhkan adalah menyusun instrument penelitian yang didasarkan pada indicator yang dirujuk, serta dimensi penelitian. Selanjutnya dilakukan uji reliabilitas teoritis instrument penelitian dan validitas berdasarkan pertimbangan oleh para ahli. Lalu ada uji reliabilitas empiric instrument dan validitas penelitian dari hasil uji coba. Menentukan ukuran sampel menggunakan rumus slovin atau tabel kretjie.

Langkah awal dalam pengolahan data adalah untuk setiap jawaban dari responden, ubahlah data bentuk kualitatif hasil angket menjadi kuantitatif. Selanjutnya hitunglah skor keseluruhan pada setiap variabel penelitian. Mengubah skor keseluruhan tersebut dalam bentuk nilai. Dalam penghitungan statistic deskriptif, pada setiap variabel harus dihitung besaran statistic, mulai dari rata-rata hingga standar deviasi. Variabel penelitian bisa menggunakan tabel ataupun diagram berbentuk histogram, batang dan lingkaran. Bisa juga menggunakan detenred Q-Q plot agar kita dapat mengetahui bentuk distribusi data.


Pengolahan data penelitian juga diperlukan pengujian hipotesis, dengan cara mengubah suatu hipotesis penelitian hingga menjadi hipotesis statistic, menentukan sebuah rumus statistic yang akan digunakan dan menentukan criteria dalam penerimaan atau penolakan. 

Sabtu, 24 Agustus 2013

Penelitian Media Pembelajaran

Penelitian media pembelajaran merupakan usaha sadar serta terencana untuk merealisasikan suasana belajar serta proses pembelajaran supaya peserta didik mampu secara aktif mengembangkan bakat yang ada pada dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan, pengendalian diri dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya, masyarakat, negara dan bangsa. Undang-undang dasar ( UUD ) republik Indonesia tahun 45’ pasal 31 ayat 1 mengatakan bahwa semua warga negara Indonesia memiliki hak memperoleh pendidikan, serta ayat 3 mengatakan bahwa pemerintah harus mengusahakan serta menyelenggarakan 1 sistem pendidikan nasional untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan serta akhlak mulia dan sopan santun dalam rangka mencerdaskan bangsa yang telah diatur dalam undang – undang. Dengan begitu, semua komponen bangsa harus mencerdaskan kehidupan bangsa karena merupakan salah 1 tujuan utama negara Indonesia.

Dalam era globalisasi saat ini sangat banyak teknologi yang bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran di dalam proses pembelajaran sekolah. Seperti perpustakaan yang sangat lengkap dengan buku – buku terbaru yang berguna sebagai sumber informasi dan belajar masih sangat diperlukan oleh semua warga sekolah untuk proses pembelajaran. Selain itu pemanfaatan media pembelajaran lainnya, yang sekarang ini tengah digalakkan yakni berbagai macam media pembelajaran yang sangat sesuai dengan kondisi serta situasi saat ini.

Media pembelajaran / alat peraga di jaman kemajuan sekarang ini menuntut para pendidik untuk menyesuaikan serta mengembangkan teknik – teknik penyampaian pelajaran supaya bisa efektif serta efisien. Usaha ini bisa ditunjang dengan memakai berbagai alat peraga, jadi usaha pencapaian tujuan pembelajaran diharapkan akan mendapat hasil yang sempurna. Dengan waktu yang lebih cepat kegiatan belajar mengajar akan lebih menyenangkan, sebab pada umumnya para peserta didik kurang senang serta cepat merasa bosan pada pelajaran.

Keuntungan bila anda mengajar memakai alat peraga / media pembelajaran :
  • Mempermudah dalam memberikan serta menerima pelajaran / informasi sehingga bisa menghindari salah pengertian.
  • Bisa menyampaikan pengertian / informasi secara kongkrit.
  • Pengertian yang didapat melalui alat peraga bisa lebih lama diingat.
Itu tadi ulasan singkat mengenai Penelitian Media Pembelajaran yang bisa menambah wawasan anda sehingga dapat diterapkan dalam Penelitian pendidikan. Semoga berguna.

Jumat, 23 Agustus 2013

Penelitian Etnografi

Penelitian etnografi merupakan salah satu pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian etnografi dalam bidang sosiologi serta antropologi. Penelitian ini pernah dikerjakan oleh peneliti yang bernama Jonathan Kozol, dia melakukan penelitian dalam rangka melukiskan impian dan perjuangan warga kulit hitam komunitas yang miskin serta terpinggiran pada daerah Bronx, New York.

Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan ini kemudian sangat banyak digunakan dalam penelitian lingkungan pendidikan/sekolah. Menurut Hubberman dan Miles seperti yang dikutip Lodico, spaulding dan voegtle, etnografi ini berasal dari dua kata yunani yakni ethos dan graphos. Artinya penelitian tentang kelompok budaya. Sedangkan menurut Schensul dan Clompte penelitian etnografi merupakan teknik penelitian yang berfungsi untuk menemukan ilmu pengetahuan yang terdapat / terkandung di dalam sebuah budaya / komunitas tertentu.

Menurut Airasian, Mills dan Gay, etnografi merupakan studi tentang pola kebudayaan serta perspektif pastisipan di dalam latar alamiah. Menurut Haris yang telah dikutip Cresswell, penelitian etnografi merupakan sebuah model kualitatif dimana peneliti menjabarkan serta menginterpretasikan pola perilaku, kepercayaan, nilai serta bahasa yang dipahami dan digunakan oleh suatu kelompok. Peneliti etnografer meneliti desain yang diikuti 1 kelompok, misalnya oleh beberapa orang lebih dari 20, jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan yang biasa diteliti di dalam grounded theory. Tapi dapat juga lebih sedikit seperti sejumlah guru di dalam suatu sekolah tapi tetap di dalam lingkup kelompok besar ( sekolah ).

Dalam melakukan penelitian etnografi seorang peneliti harus membuat hubungan yang sangat dekat dengan narasumber dari obyek komunitas penelitiannya. Sebagai contoh peneliti etnografi Jonathan Kozol diatas, untuk meneliti perkumpulan kulit hitam di bronx, ia juga ikut hidup di sana dalam beberapa bulan denhan tujuan untuk dapat menyelami kehidupan mereka.

Dengan berjalannya waktu masyarakat di sana mulai percaya dan yakin kepada Kozol serta mau berbagai tentang perasaan terdalam mereka serta mengenai perbedaan warna kulit dan kemiskinan. Etnografi meneliti sebuah proses serta hasil akhir. Jadi akhir dari penelitian etnografi adalah membuat karangan yang kaya gambaran jelas serta mendalam tentang obyek penelitian / thick description. Sedikit ulasan ini semoga dapat menambah wawasan anda akan penelitian etnografi sehingga bisa anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Fokus Penelitian

Fokus penelitian merupakan pemusatan konsentrasi terhadap tujuan penelitian yang sedang dilakukan. Fokus penelitian harus diungkapkan secara eksplisit untuk mempermudah peneliti sebelum melaksanakan observasi. Fokus penelitian adalah garis besar dari penelitian, jadi observasi serta analisa hasil penelitian akan lebih terarah. Dalam menentukan fokus, anda harus menyertakan syarat-syarat sebagai berikut :
  • Harus fleksibel, yaitu masalah tersebut dapat diteliti, dan dapat dilakukan dengan cara yang efisien. 
  • Harus jelas, yaitu bahwa semua orang memiliki pemahaman yang sama sesuai dengan rumusan masalah tersebut. 
  • Harus signifikan, yaitu bahwa hasil kajiannya tersebut memberi kontribusi yang riil terhadap pengembangan ilmu, masalah kemanusiaan lain / perumusan kebijakan. 
  • Harus etis, yaitu kajian serta hasil-hasilnya tidak bertujuan untuk menghujat / menistakan orang lain. 
Penelitian adalah kegiatan untuk menguji hipotesis, yakni menguji kecocokan antara teori dan fakta empirik dalam dunia nyata. Hubungan nyata ini sering dibaca serta dipaparkan dengan berlandaskan kepada variabel, sedangkan hubungan nyata sering dibaca dengan memperhatikan informasi tentang variabel tersebut. Variabel merupakan suatu istilah yang bisa diberi nilai angka ( kuantitatif ) / nilai mutu ( kualitatif ).

Variabel adalah pengelompokan secara logika dari 2 / lebih atribut obyek yang diteliti. Dalam hal ini atribut seperti : tidak tamat SD, tidak sekolah, tidak tamat SMP. Jadi variabelnya merupakan tingkat pendidikan yang berasal dari obyek penelitian tersebut. Variabel tingkat pendidikan mencakup seluruh atribut tadi. Variabel adalah sebuah sebutan yang berasal dari2 kata yaitu vary dan able, artinya yakni berubah dan dapat. Sehingga kata variabel memiliki arti dapat berubah.

Dengan demikian setiap variabel bisa diberi nilai, dan nilai tersebut berubah-ubah. Nilai tersebut berupa nilai kualitatif / kuantitatif. Ukuran kualitatif / kuantitatif sebuah variabel adalah pada jumlah serta derajat atributnya. Dilihat dari segi poinnya, variabel dibedakan menjadi 2, yakni variabel kontinu serta variabel diskrit. Variabel diskrit memiliki nilai kuantitas yang selalu berupa angka bulat, namun variabel kontinu mempunyai nilai kuantitas yang berupa pecahan.

Itu tadi ulasan singkat mengenai fokus penelitian yang dapat anda pelajari sehingga menambah wawasan anda mengenai hal ini. Semoga artikel ini berguna.

Rabu, 21 Agustus 2013

Seputar Subyek Penelitian

Subyek penelitian merupakan individu, organisme / benda yang dijadikan sumber data yang dibutuhkan untuk pengumpulan data penelitian. Kata lain yang dipakai untuk menyebut subyek penelitian adalah responden, yakni orang yang memberi masukan atas suatu perlakuan / pertanyaan yang diberikan kepadanya. Dikalangan peneliti kualitatif, kata responden / subyek penelitian disebut dengan informan, yakni orang yang memberi info mengenai data yang dibutuhkan peneliti berkaitan dengan studi yang sedang dilakukan.

1. Penentuan subyek penelitian = dalam penelitian kualitatif, bisa memakai criterion-based selection yang berlandaskan pada asumsi bahwa subyek penelitian tersebut sebagai aktor dalam tema penelitian. Sedangkan dalam menentukan orang pencari informasi / informan bisa memakai model snow ball sampling yang berguna untuk memperluas subyek penelitian. Penelitian kualitatif lebih berlandaskan kepada kualitas informasi yang berkaitan dengan tema penelitian tersebut. Dalam penelitian kuantitatif memilih subyek penelitian dilakukan ketika peneliti mulai menyusun rancangan penelitian / proposal penelitian. Dalam proses di lapangan, untuk memilih siapa yang akan diberi perlakuan ( treatment ) akan dipakai cara sampling yang cocok dengan kondisi subyek di lapangan.

2.Populasi dan sampel = penentuan subyek penelitian bisa dilakukan dengan sampel dan populasi. Cara populasi dilakukan jika pengambilan subyek penelitian meliputi semua populasi yang ada. Teknik sampel merupakan pengambilan subyek penelitian yang memakai cara dengan menggunakan sebagian dari sampel / populasi yang ada. Penelitian kualitatif sering mempergunakan metode purposive sebagai teknik untuk menentukan subyek penelitiannya.

3. Ukuran sampel penelitian = beberapa hal yang perlu dijadikan pertimbangan sebelum menentukan besarnya sampel yaitu :
  • Unit analisis
  • Pendekatan / model penelitian
  • Banyaknya karakteristik khusus / ciri utama populasi
  • Teknik sampling
  • Keterbatasan peneliti
Peneliti harus melalui langkah penentuan sampel dengan memakai teknik sampel tertentu, yakni :

Stratufied sampling = dipakai oleh peneliti jika terdapat kelompok – kelompok subyek, dimana antara kelompok satu dengan kelompok lainnya ada level yang membedakan, seperti siswa kelas 4, 5 ataupun 6 sd.

Cluster sampling = dipakai oleh para peneliti jika didalam populasi terdapat kelompok yang memiliki ciri – ciri, bisa berupa pekerjaan, jenis kelamin, dll serta tidak terdapat tingkatan antar kelompok.
Sedikit informasi tentang subyek penelitian kali ini, semoga b

Selasa, 20 Agustus 2013

Penelitian Epidemiologi

Penelitian epidemiologi mempunyai tujuan untuk menjelaskan etiologi dari suatu penyakit / sekelompok penyakit, gangguan, efek, kondisi, sindrom, ketidakmampuan, / kematian melalui analisis pada data medis serta epidemiologi dengan memakai manajemen informasi serta informasi yang bersumber dari setiap bidang / disiplin ilmu yang benar, termasuk ilmu sosial / perilaku. Selain itu penelitian ini juga untuk menentukan apakah info epidemiologi yang ada betul – betul konsisten berdasarkan hipotesis yang diajukan serta dengan ilmu pengetahuan, ilmu biomedis terbaru dan ilmu perilaku.

Penelitian ini juga untuk memberikan dasar terhadap pengembangan langkah-langkah pengendalian serta prosedur pencegahan bagi populasi dan kelompok yang beresiko, serta untuk pengembangan langkah dan kegiatan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan kesemuanya itu akan dipakai untuk mengevaluasi kesuksesan langkah – langkah, program intervensi dan kegiatan. Penelitian epidemiologi dibagi menjadi 3 jenis yaitu :

1. Penelitian Crosectional = merupakan rancangan studi epidemiologi yang mempelajari hubungan paparan dan penyakit ( faktor penelitian ) dengan cara memperhatikan status penyakit dan paparan dalam waktu serentak terhadap individu – individu dari populasi tunggal, yang dilakukan pada waktu satu saat / periode tertentu dalam tahun yang sama.

Ciri – ciri penelitian crosectional :
  • Mendeskripsikan penelitian
  • Penelitian ini tidak memiliki kelompok pembanding
  • Hubungan sebab dan akibat hanya berupa sebab akibat
  • Penelitian ini bisa menghasilkan hipotesis
  • Merupakan penelitian pendahuluan sebelum penelitian analitis
Kelebihan penelitian crosectional :
  • Bisa dilakukan dengan hanya 1 kali pengamatan
  • Lebih murah bila di banding dengan jenis penelitian lainnya
  • Berguna untuk data perencanaan
  • Untuk mengamati kemungkinan yang terjadi terhadap hubungan antara berbagai variabel yang ada.
Kekurangan penelitian crosectional :
  • Tidak bisa digunakan untuk memantau kejadian yang terjadi dengan seiring waktu berjalan
  • Informasi yang didapat tidak mendalam, sehingga terkadang masalah kesehatan yang dicari tidak diperoleh.
Langkah-langkah penelitian crosectional :
1. Harus mempunyai tujuan yang jelas, fasilitas, dana dan bagaimana hasil penelitian tersebut bisa memiliki daya guna

2. Kemudian ditentukan masyarakat yang memungkinkan untuk diamati sesuai dengan tujuan dari penelitian ini

3. Ditentukan juga jenis data yang akan dikumpulkan, yakni penentuan variabel untuk faktor resiko, ataupun faktor lainnya.

Senin, 19 Agustus 2013

Info Penting Seputar Penelitian Analitik

Penelitian analitik merupakan riset epidemiologi yang memiliki tujuan untuk mendapatkan penjelasan mengenai faktor-faktor resiko serta penyebab penyakit. Faktor resiko merupakan faktor-faktor / keadaan-keadaan yang memberi efek pada perkembangan sebuah penyakit / status kesehatan tertentu. Visi analisis yang dipakai dalam penelitian analitik yaitu membandingkan resiko terkena suatu penyakit antara grup terpapar serta tidak terpapar oleh faktor penelitian. Pada penelitian observasional, peneliti hanya bertugas mengamati perjalanan alamiah suatu peristiwa, menulis catatan siapa yang tidak terpapar dan terpapar oleh faktor peristiwa, lalu siapa yang mengalami serta yang tidak mengalami penyakit tersebut. Berikut beberapa metode penelitian analitik 

1. Metode cross sectional / potong lintang

Merupakan rancangan riset epidemiologi yang mempelajari antara hubungan penyakit serta paparan / faktor penelitian yakni dengan mengamati status faktor dan penyakit serentak terhadap individu dari populasi yang terjadi pada 1 saat / periode. Di dalam susunan studi ini peneliti mencatat frekuensi serta karakter penyakit, dan paparan dari faktor penelitian terhadap populasi yang terjadi pada periode tertentu. Efeknya data yang dihasilkan merupakan prevalensi bukan insidensi. Tujuan utama dari metode cross sectional ini adalah untuk mendapatkan gambaran dari pola penyakit serta determinan – determinannya terhadap populasi sasaran. Berikut langkah – langkah metode cross sectional, yakni :
  • Mengidentifikasi variabel – variabel riset serta mengidentifikasi faktor resiko dan faktor efek.
  • Menetapkan subjek penelitian / populasi dan sampel.
  • Menetapkan subjek penelitian / populasi dan sampel
  • Melakukan observasi / pengukuran variabel-variabel dari faktor resiko serta efek sekaligus berdasarkan dari status keadaan variabel pada saat itu atau pengumpulan data.
  • Melakukan analisis korelasi menggunakan cara membandingkan proporsi antara kelompok hasil observasi.
2. Metode Case Control atau Kasus Kontrol 

Yaitu rancangan studi epidemiologi yang berguna untuk membelajari hubungan antara faktor penelitian (paparan) dan penyakit, dengan menggunakan cara membandingkan kelompok kontrol dan kelompok kasus berdasarkan status paparannya. Ciri-ciri studi kasus kontrol yaitu pemilihan subjek yang berdasarkan status penyakit, lalu dilakukan pengamatan yaitu apakah subjek mempunyai resiko atau tidak, subjek yang menderita resiko disebut dengan kasus, sedangkan yang tidak mempunyai penyakit disebut dengan kontrol.

Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan anda.