WATERFLO

infopaytren.com

Halaman

Senin, 27 Mei 2013

Tujuan dan Fungsi Pendidikan

Fungsi pendidikan dari kacamata barat yaitu melahirkan individu-individu yang pragmatis yang bekerja untuk memperoleh kejayaan material dan profesional sosial yang memberi kesejahteraan kepada diri, industri dan negara. Diupayakan pendidikan berawal dari manusia apa adanya atau aktualisasi dengan mempertimbangkan segala kemungkinan yang apa adanya atau potensialitas dan manusia tersebut diarahkan menuju terwujudnya pribadi yang dicita-citakan atau idealitas.

Tujuan dari pendidikan adalah manusia atau individu yang bertaqwa dan beriman kepada Tuhan YME, mempunyai akhlak mulia, cerdas, sehat, berkemauan, berperasaan, dan dapat berkarya untuk memenuhi kebutuhan secara wajar, dapat mengendalikan hawa nafsu, bermasyarakat, berbudaya, dan berkepribadian. Sehingga implikasi dari pendidikan mampu mewujudkan atau mengembangkan segala potensi yang ada pada diri manusia dalam berbagai konteks dimensi seperti moralitas, keberagaman, individualitas (personalitas), sosialitas, keberbudayaan yang menyeluruh dan terintegrasi. Dapat dikatakan juga bahwa pendidikan mempunyai fungsi untuk memanusiakan manusia.

Tujuan Pendidikan Nasional harus sesuai dengan Tap MPRS No XXVI/MPRS/1966 tentang Agama, pendidikan dan kebudayaan, sehingga dirumuskan bahwa tujuan dari pendidikan adalah membentuk manusia Pancasila sejati berdasarkan pembukaan UUD 1945. Dalam UU No. 2 tahun 1989 juga ditegaskan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa serta mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, dengan artian bahwa manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, memiliki budi pekerti luhur, memiliki keterampilan dan pengetahuan, kesehatan jasmani dan rohani, memiliki pribadi yang baik, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan, kebangsaan.

Kesimpulannya, fungsi pendidikan bertujuan untuk menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat yaitu kebodohan dan ketertinggalan. Menurut UUSPN No.20 tahun 2003 menyatakan bahwa, “pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.”

Fungsi-fungsi Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan dalam prakteknya membutuhkan berbagai fungsi manajemen. Fungsi manajemen yang terdapat dalam pendidikan meliputi fungsi perencanaan atau planning, fungsi pengorganisasian atau organizing, fungsi pengarahan atau directing, dan fungsi pengendalian atau controlling. Berikut penjelasan dari fungsi-fungsi tersebut:

1.  Perencanaan (Planning)
Ini adalah fungsi paling awal dari semua fungsi manajemen, para ahli juga menyutujui hal tersebut. Perencanaan adalah proses kegiatan untuk menyajikan secara sistematis segala kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Perencanaan dapat diartikan sebagai penetapan tujuan, budget, policy prosedur, dan program suatu organisasi. Dengan adanya perencanaan, fungsi manajamen berguna untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai, menetapkan biaya, menetapkan segala peraturan-peraturan dan pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan.

Perencanaan meliputi beberapa aspek, diantaranya apa yang akan dilakukan, siapa yang akan melakukan, kapan dilakukan, di mana akan dilakukan, bagaimana cara melakukannya, apa saja yang dibutuhkan agar tercapai tujuan dengan maksimal. Hadari Nawawi menjelaskan arti perencanaan yaitu suatu langkah untuk menyelesaikan masalah ketika melaksanakan suatu kegiatan dengan tetap terarah terhadap pencapaian target (tujuan tertentu).

2. Pengorganisasian (Organizing)

Di dalam sistem manajemen, pengorganisasian adalah lanjutan dari fungsi perencanaan. Bagi suatu lembaga atau organisasi, pengorganisasian merupakan urat nadi organisasi. Oleh sebab itu keberlangsungan organisasi atau lembaga sangat dipengaruhi oleh pengorganisasian.
Pengorganisasian menurut Heidjarachman Ranupandojo adalah kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu, pelaksanaannya dengan membagi tugas, tanggung jawab, serta wewenang di antara kelompoknya, ditentukan juga yang akan menjadi pemimpin dan saling berintegrasi dengan aktif.

3. Penggerakan (Actuating)

Penggerakan berfungsi untuk merealisasikan hasil perencanaan dan pengorganisasian. Actuating merupakan usaha untuk mengarahkan atau menggerakan tenaga kerja atau man power dan mendayagunakan fasilitas yang tersedia guna melakasanakan pekerjaan secara bersamaan.  Fungsi ini memotifasi bawahan atau pekerja untuk bekerja dengan sungguh-sungguh supaya tujuan dari organisasi dapat tercapai dengan efektif. Fungsi ini sangat penting untuk merealisasikan tujuan organisasi.

4. Pengawasan (Controlling)

Pengawasan merupakan kegiatan untuk mengamati dan mengukur segala kegiatan operasi dan pencapaian hasil dengan membandingkan standar yang terlihat dalam rencana sebelumnya. Fungsi pengawasan menjamin segala kegiatan berjalan sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, rencana, keputusan dalam program kerja yang telah dianalisis, dirumuskan serta ditetapkan sebelumnya.

Minggu, 26 Mei 2013

Landasan Filosofi Pendidikan

Filosofi berasal dari bahasa Yunani “philein/philos” yang maknanya cinta, dan “sophos/shopia” artinya kebijaksanaan, hikmah, ilmu dan kebenaran. Arti filsafat jika dilihat secara maknawi adalah pengetahuan yang mencoba memahami hakikat segala hal untuk mencapai kebenaran dan kebijaksanaan.

Pendidikan adalah usaha sadar yang terencana dengan tujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran supaya peserta didik atau anak didik mempunyai kekuatan spiritual kegamaan, kepribadian, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan yang dibutuhkan dirinya dan masyarakat.

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan landasan filosofis pendidikan yaitu asumsi-asumsi yang bersumber dari filsafat yang menjadi titik tolak pendidikan. Beberapa aliran filsafat, diantaranya realisme, idealisme, pragmatisme, pancasila, dll.

Dari awal, pendidikan sudah menjadi bagian masyarakat. Sepanjang zaman masyarakat mempunyai kepentingan terhadap pendidikan. Pentingnya pendidikan tidak bisa untuk terlalu ditekankan. Ada yang beranggapan bahwa, tanpa pendidikan sebagian masyarakat akan mati. Filsafat pendidikan adalah suatu istilah yang bisa digunakan untuk merujuk terhadap bidang akademik dengan melibatkan filsafat terapan.

Pentingnya pendidikan dalam kehidupan diakui oleh sebagian besar masyarakat, namun ada sebagian orang yang mengalami kegagalan dalam bidang pendidikan. Anak-anak terlahir dengan kondisi buta huruf atau tidak mengenal apapun. Dengan bantuan dari orang-orang yang ada disekitarnya dan guru yang profesional mereka dapat mengenal huruf dan beberapa hal yang ada di sekitarnya. Anak-anak akhirnya mempunyai kemampuan untuk membaca, menulis dan bertindak dengan cepat.

Saat ini pendidikan berfungsi sebagai mekanisme untuk sosial. Pendidikan memiliki peran yag penting pada nasib ekonomi seseorang. Pendidikan menjadi pelengkap individu sebagai pengetahuan dan keterampilan yang membantu mereka untuk mengejar tujuan masing-masing. Pendidikan juga memungkinkan seseorang untuk ikut berpartisipasi dalam masyarakat, mereka mampu memainkan peran untuk memperbaiki kondisi mereka dan kondisi masyarakat pada umumnya. Pendidikan harus bisa mencipatakan individu yang dapat menjadi aset bagi negara.

Peringkat Sistem Pendidikan Indonesia di Dunia

Peringkat terendah sistem pendidikan di dunia ditempati oleh Indonesia. Firma Pendidikan Pearson menerbitkan tabel liga global yang menyebutkan bahwa sistem pendidikan Indonesia menempati posisi terbawah bersama dengan Meksiko dan Brasil. Sedangkan Finlandia dan Korea Selatan berada di posisi pertama dan kedua, dan posisi ke enam ditempati Inggris.

Peringkat tersebut diperoleh dari data dan hasil tes internasional, seperti tingkat kelulusan dari tahun 2006-2010. Menurut penasihat pendidikan utama Pearson, Sir Alex Barber, bahwa penyusunan peringkat di dasarkan pada keberhasilan negara-negara dalam memberikan status tinggi terhadap guru dan mempunyai “budaya” pendidikan.

Perbandingan internasional untuk kualitas pendidikan sekarang semakin penting. Hasil dari tabel liga terbaru didasarka pada serangkaian hasil tes secara global dengan mengkombinasikan ukuran sistem pendidikan, misal persentase orang yang mengenyam pendidikan universitas.

Dua negara yang mempunyai sistem pendidikan yang baik adalah Finlandia dan Korea Selatan, kemudian diikuti oleh negara Hongkong, Jepang, dan Singapura. Penilaian dilakukan melalui serangkaian tes setiap 3-4 tahun dalam berbagai bidang, seperti sains, matematika, dan kesusasteraan.

Kesimpulan dari sistem pendidikan yang berhasil adalah mengeluarkan biaya adalah sesuatu hal yang penting, namun yang lebih penting adalah budaya yang mendukung pendidikan. Biaya merupakan ukuran yang mudah, namun ada sesuatu yang dapat membuat perbedaan besar dan dampak yang kompleks yakni perilaku masyarakat pada pendidikan.

Kesuksesan yang di alami oleh beberapa negara Asia dalam menduduki peringkat sistem pendidikan menggambarkan adanya pengharapan orangtua dan nilai tinggi pendidikan. Ini bisa menjadi salah satu faktor utama sebuah keluarga bermigrasi ke negara lain, jelas Pearson.

Antara negara Finlandia dan Korea Selatan memiliki beberapa perbedaan, namun memiliki faktor kesamaan yaitu keyakinan pada kepercayaan sosial terhadap pentingnya pendidikan dan tujuan moral.

Pengertian Teknologi Pendidikan

Istilah teknologi muncul dari bahasa Yunani “Technologis”. Kata “technie” sendiri mempunyai arti seni, keahlian dan sains, sedangkan logos adalah ilmu. Gaibraith mengartikan teknologi sebagai penerapan yang sistematik dari pengetahuan ilmiah dan terorganisasikan pada hal-hal praktis. Dalam arti sempit teknologi pendidikan adalah media pendidikan, yakni teknlogi yang digunakan sebagai alat bantu dalam pendidikan supaya lebih efektif, efisien dan berhasil guna.

Sedangkan menurut (AECT) Association for Educational Communication and Technology, teknologi pendidikan adalah suatu proses yang kompleks dan terpadu denga melibatkan peralatan, ide, prosedur, orang dan organisasi untuk menganalisis permasalahan, menemukan problem solving, melakukan evaluasi serta mengelola pemecahan masalah yang berkaitan dengan semua aspek belajar manusia.

Pengertian teknologi pendidikan ialah kajian serta praktik yang dapat membantu proses belajar untuk meningkkatkan kinerja dengan cara membuat, menggunakan dan mengelola segala proses dan sumber teknologi. Banyak yang menghubungkan antara istiah teknologi pendidikan dengan teori belajar dan pembelajaran. Perbedaan yang mendasar dari keduanya adalah teori belajar dan pembelajaran meliputi proses serta sistem dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, sedangkan teknologi pendidikan adalah proses untuk mengembangkan kemampuan manusia.

Teknologi pembelajaran mempunyai tujuan untuk memecahkan suatu permasalahan belajar dan memfasilitasi pembelajaran, serta untuk menigkatkan kinerja. Pendekatan yang dilakukan dalam teknologi pendidikan atau pembelajaran adalah pendekatan sistem. Pendekatan sistem adalah pendekatan holistic, komprehensif bukan pendekatan parsial. Di dalam teknologi pendidikan, teknologi memiliki arti yang luas (tidak terbatas pada teknologi fisik hardtech, tapi juga teknologi lunak softtech.

Teknologi pendidikan lebih menekankan pada proses pengajaran atau alat yang berfungsi untuk membantu guru dalam mencapai tujuan pengajaran dan pembelajaran yang berkesan. Teknologi sama halnya dengan objek kebendaan, misal mesin dan perkakas. Namun, bisa juga diartikan yang lebih luas yang mencangkup sistem, kaedah, teknik dan penyusunan.

Teknologi pendidikan merupakan proses kompleks yang sudah terintegrasi, di dalamnya terdapat orang, prosedur, sarana, gagasan untuk menganalisis masalah dan memecahkan masalah yang berhubungan dengan segala aspek belajar manusia. Dapat disimpulkan bahwa obyek formal dari teknologi pendidikan adalah untuk membantu memecahkan masalah belajar manusia. Cara yang dilakukan adalah dengan menganalisis masalah, kemudian melakasanan,menilai serta mengelola pemecahan masalah.

Pengertian Administrasi Pendidikan

Pengertian administrasi berdasarkan etimologi berasal dari bahasa latin, yakni dari kata “ad” yang artinya intensif dan kata “ministrare” yang artinya melayani, membantu serta mengarahkan. Dapat kita simpulkan bahwa pengertian administrasi ialah melayani dengan intensif. Menurut DR. Hadari Nawawis, bahwa dalam bahasa inggris kata “administrauus” disebut dengan “administration”. Sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan “administratie”, tapi mempunyai arti yang lebih sempit lagi. Ini dikarenakan adanya keterbatasan pada aktivitas ketatausahaan (kegiatan penyusunan serta pencatatan keterangan yang dilakukan secara sistematis).

Administrasi sendiri sering kali dikaitkan dengan aktivitas administrasi perkantoran, aktivitas ini adalah salah satu bidang yang diperoleh dari aktivitas administrasi sebenarnya. Administrasi jika dilihat dari katanya memilki arti sempit dan juga arti luas. Administrasi dalam arti yang sempit memiliki arti kegiatan pencatatan data dan informasi secara tertulis serta proses penyimpanan dokumen untuk dipergunakan kembali dilain waktu. Tata usaha adalah salah satu bidang pekerjaan yang terdapat dalam kegiatan administrasi. Jika ditinjau dalam arti luas, maka administrasi adalah suatu bidang yang di dalamnya terdapat kegiatan manajemen atau pengelolaan pada keseluruhan komponen organisasi yang bertujuan untuk mewujudkan program atau tujuan organisasi. Oleh sebab itu, pekerjaan administrasi dapat dikatakan sebagai pekerjaan manajemen dan operatif.

Pengertian administrasi pendidikan dapat ditinjau dari perpaduan dua kata, yaitu “administrasi dan pendidikan”. Hakekatnya administrasi pendidikan dapat diartikan sebagai penerapan ilmu administrasi pada dunia pendidikan, diantaranya pembinaan, pengembangan serta pengendalian dalam praktek-praktek pendidikan. Administrasi pendidikan meliputi administrasi sekolah, yaitu administrasi pendidikan yang pelaksanaannya di sekolah. Tata usaha merupakan salah satu alat administrasi pendidikan.

Tujuan Adminitrasi Pendidikan

Pada umumnya tujuan administrasi pendidikan adalah semua kegiatan yang diperuntukan untuk mensukseskan tercapainya tujuan pendidikan. Penyebab semakin rumitnya administrasi pendidikan dikarenakan orang tua murid, dan masyarakat ikut terlibat langsung dalam pendidikan. Jika administrasi pendidikan semakin baik maka tujuan pendidikan juga akan tercapai dengan baik.
Ada empat tujun administrasi menurut, Sergiovanni dan Carver:

1. Efektifitas produksi,

2. Efisiensi,

3. Kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes),

4. Kepuasan kerja.

Pengertian Al Khilafah | Al Khalifah

http://pendidikan-islamic.blogspot.com
Pendidikan Islam
Bismillah Alhamdulillah, Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi Wassalam, amma ba’du...Pada artikel ini kami akan membahas mengenai Pengertian Al Khilafah | Al Khalifah.

Al Khilafah adalah subuah sistem pemerintahan yang dipimpin oleh khalifah yang manaungi seluruh umat islam dalam berbagai aspek kehidupan seperti ketatanegaraan, muamalah (jual beli, hubungan antar manusia, dll), dan menyelesaikan persengketaan yang ada antara umat muslim dan umat muslim begitu juga persengkataan antara umat muslim dan non muslim dengan adil tanpa pilih kasih, insya Alloh. 

Hukum Al Khilafah adalah Al Qur’an, As Sunnah (hadits Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam), dan Ijma’ Sahabat.

Di dalam beberapa hadis sahih, Nabi Muhammad Sholallohu'alaihi Wassalam bersabda:

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata'ala telah mengumpulkan (dan menyerahkan) bumi kepadaku sehingga aku bisa menyaksikan timur dan baratnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai apa yang telah dikumpulkan dan diserahkan kepadaku." (HR Muslim, at-Tirmidzi dan Abu Dawud).

Dalam hal ini Imam an-Nawawi asy-Syafii Rahimahulloh juga menyatakan:

Di dalam hadits ini ada isyarat bahwa kekuasaan umat ini akan membentang (membesar) pada arah timur dan barat. Inilah yang telah terjadi. Adapun pada arah selatan dan utara maka itu lebih kecil jika dinisbahkan pada timur dan barat (Imam Syams al-Haqq al-’Azhim, ’Awn al-Ma’bud bi Syarh Sunan Abu Dawud, IX/292).


Rasulullah Sholallohu'alaihi Wassalam pun bersabda pula :

Akan ada pada akhir umatku seorang khalifah yang memberikan harta secara berlimpah dan tidak terhitung banyaknya (HR. Muslim).

Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abi Hazim, ia berkata : ”aku mengikuti mejelis Abu Hurairah selama lima tahun, dan aku mendengar ia menyampaikan hadits dari Nabi 
Sholallohu'alaihi Wassalam,  Beliau pernah bersabda :

“Dahulu Bani Israel diurusi dan dipelihara oleh para nabi, setiap kali seorang nabi meninggal digantikan oleh nabi yang lain, dan sesungguhnya tidak ada nabi sesudahku, dan akan ada para Khalifah, dan mereka banyak.” Para sahabat bertanya: “lalu apa yang engkau perintahkan kepada kami?” Nabi bersabda : “Penuhilah baiat yang pertama dan yang pertama, berikanlah kepada mereka hak mereka, dan sesungguhnya Allah akan meminta pertanggung-jawaban mereka atas apa yang mereka diminta untuk mengatur dan memeliharanya” (HR. Muslim al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Imam Ahmad Rahimahullohmeriwayatkan :

Telah berkata kepada kami Sulaiman bin Dawud al-Thayaalisiy; di mana ia berkata, "Dawud bin Ibrahim al-Wasithiy telah menuturkan hadits kepadaku (Sulaiman bin Dawud al-Thayalisiy). Dan Dawud bin Ibrahim berkata, "Habib bin Salim telah meriwayatkan sebuah hadits dari Nu’man bin Basyir; dimana ia berkata, "Kami sedang duduk di dalam Masjid bersama Nabi  Sholallohu'alaihi Wassalam, Basyir sendiri adalah seorang laki-laki yang suka mengumpulkan hadits Nabi Sholallohu'alaihi Wassalam  lalu, datanglah Abu Tsa’labah al-Khusyaniy seraya berkata, "Wahai Basyir bin Sa’ad, apakah kamu hafal hadits Nabi saw yang berbicara tentang para pemimpin? Hudzaifah menjawab, "Saya hafal khuthbah Nabi Sholallohu'alaihi Wassalam "Hudzaifah berkata, "Nabi Sholallohu'alaihi Wassalam bersabda, "Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".(HR. Imam Ahmad)

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai Pengertian Al Khilafah | Al Khalifah, sumber dan takhrij hadits bisa dilihat di LDS HIZBUT_TAHRIR INDONESIA. Mudah-mudahan artikel di atas berkenan dan dapat memberikan manfaat bagi saudara-saudaraku di bumi Alloh ini.



Kamis, 23 Mei 2013

Arti Musthalahul Hadits | Ilmu Musthalah Hadits

Bismillah, Alhamdulillah...sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Sholallohu’alaihi wassalam, amma ba’du...pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai musthalahul hadits atau biasa dikenal ilmu musthalah  hadits.

Definisi musthalahul hadits adalah sebuah ilmu yang dengannya dapat diketahui kondisi perawi hadits dan hadits itu sendiri dari sisi diterima atau ditolaknya. Manfaat dari mempelajari ilmu ini adalah untuk mengetahui hadits-hadits yang diterima dan ditolak dengan membedakan antara hadits yang shahih dan tidak shahih.

Pengambilan materinya dari kondisi matan (teks) hadits, kondisi perawi dan periwayatannya dengan menelusuri kondisi yang ada.

Musthalah Hadits

Adapun definisi-definisi yang sering digunakan adalah sebagai berikut  :
  • Hadits-Khabar adalah dua hal yang sinonim, mengandung arti keduanya adalah sesuatu yang dihubungkan kepada Nabi Muhammad Sholallhu’alaihi wassalam dari sisi ucapan, perbuatan, dan ketetapan.
  • Isnad-sanad merupakan dua hal yang sinonim yang mengandung arti mata rantai perawi hadits yang mengantarkan kepada matan hadits.
  • Matan, mengandung pengertian suatu yang berada di akhir sanad, yaitu berupa ucapan atau perkataan.


Sekian pembahasan dari musthalahul hadits atau musthalahilmu hadits yang saya ambil dari kitab Syarah Bulughul Maram jilid 1 yang ditulis oleh Imam Abdullah bin Abdurahman al Bassam. Semoga bisa memberi manfaat dan wawasan bagi penelaah ilmu hadits atau yang sedang mendalami ilmu hadits.  

Tukar Link

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh....sahabat yang dimulyakan Allah. Shalawat serta salam saya limpahkan kepada junjungan Nabi Besar Umat Islam Muhammad Sholallohu'alaihi Wassalam. Dengan riskinya kita semua ada pada jalan yang lurus dan kebenaran Allah SWT Tuhan Semesta Alam.....semoga kita selalu dalam limpahan rahmat dan hidayahnya. Dengan hadirnya blog ini saya berharap kita semua mendapat petunjuk ke jalan yang benar, jalan yang dirahmati Allah. Jalan kebenaran menurut Allah SWT yang tertulis dalam kitabnya.
http://pendidikan-islamic.blogspot.com/2013/05/tukar-link.html
Tukar Link

Maksudnya saya mengadakan tukar link adalah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. Terutama dengan sahabat blogger yang muslim, saya mengharap sekali kehadirannya pada blog ini. Dan kritikan dari sahabat sangat saya nantikan sekali. Langsung saja ya sahabat, untuk melakukan tukar link silahkan melakukan tukar link dengan mengcopy link di bawah ini ke dalam blog sahabat. 

<a href=" http://pendidikan-islamic.blogspot.com/">pendidikan islam</a>
Setelah sahabat meletakkan link di atas di blog maka saya akan meletakkan balik link sahabat di blog saya. Mohon untuk konfirmasi tukar link dengan model yang bagaimana ? untuk banner saya letakkan di widget, link sahabat ada dua. Ingin diletakkan di postingan ini atau di widget link sahabat ? silahkan pilih dan lakukan pertukaran dengan benar. Karena  Allah Maha Mengetahui segala perbuatan kita dan segala isi hati kita, ketika kita melakukan tipu daya. Sesungguhnya balasan Allah SWT sangat cepat dan sangat pedih sekali. Mohon sahabat memahami itu.... Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh...

Rabu, 22 Mei 2013

Download Ebook Islami Gratis

Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Sholallohu'alaihi wassalam, amma ba'du...pada kesempatan ini kami akan memposting Download Ebook Islami Gratis, langsung saja silahkan klik ebook pilihan di bawah ini  :


  1. Al-Qur’an digital
  2. Hukum Asuransi Ta'awun VSAsuransi Konvensional
  3. RIBA_Susah di Dunia dan Akhirat                                 
  4. HukumBank Konvensional
  5. Kumpulan Do'a Dalam Al-Qur'an dan Hadist Said bin Ali Al Qahthan
  6. Kumpulan Hadist Shahih
  7. Fikih (hukum islam) masalah jual beli
  8. Panduan mengeluarkan zakat perhiasan
  9. Kitab Fathul Bari Jilid 1 - 8
  10. Shahih at Targhib wa at Tarhib 1
http://pendidikan-islamic.blogspot.com/2013/05/download-ebook-islami-gratis.html

Ebooks di atas saya ambil dari berbagai sumber, jika ada pihak yang merasa membuat ebook tersebut mohon tinggalkan komentar karena namanya akan saya cantunkan sebagai rasa terima kasih kami. Semoga artikel Download Ebook Islami Gratis di atas dapat bermanfaat bagi pengunjung blog ini, terima kasih sudah berkunjung di blog pendidikan islam


Sabtu, 11 Mei 2013

Jadwal Puasa Tahun 2013

Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad Sholallohu 'alaihi wassalam, amma ba'du, kiranya saya ingin berbagi dengan sahabat tentang jadwal puasa tahun 2013 berdasarkan penanggalan masehi yang disesuaikan dengan penanggalan islam. 


Jadwal Puasa Tahun 2013

Islam melarang berpuasa pada hari-hari tertentu, Islam pun menganjurkan kepada umatnya agar berpuasa pada hari-hari yang Rasulullah sendiri biasa melakukannya. Agar supaya kita tidak salah pada hari-hari menjalankannya kiranya perlu mempunyai pedoman jadwalnya. Berikut adalah jadwal ‘Puasa Sunnah’ sesuai penanggalan Masehi tahun 2013 yang diambil dari berbagai sumber :

Puasa tiap hari Senin dan Kamis.

Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan - ’shaumul biidh’ ytkni pada tanggal 13,14 dan 15 penanggalan Islam (saat bulan purnama), adapun perkiraannya adalah sebagai berikut  :
  • 25, 26, 27 Januari 2013/ 13, 14, 15 Rabi’ul Awwal 1434 H 
  • 24, 25, 26 Februari 2013/ 13, 14, 15 Rabi’ul Akhir 1434 H 
  • 25, 26, 27 Maret 2013/ 13, 14, 15 Jumadil Awwal 1434 H 
  • 24, 25, 26 April 2013/ 13, 14, 15 Jumadil Akhir 1434 H 
  • 23, 24, 25 Mei 2013/ 13, 14, 15 Rajab 1434 H 
  • 22, 23, 24 Juni 2013/ 13, 14, 15 Sya’ban 1434 H  
Puasa Ramadhan 1434 H : 10 Juli 2013 - 7 Agustus 2013 
20, 21, 22 Agustus 2013/ 13, 14, 15 Syawwal 1434 H 
19, 20, 21 September 2013/ 13, 14, 15 Dzulqa’dah 1434 H 
19, 20 Oktober 2013/ 14, 15 Dzulhijjah 1434 H 
18 Oktober 2013 bertepatan dengan hari tasyriq - 13 Dzulhijjah 1434 H
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa 

17, 18, 19 November 2013/ 13, 14, 15 Muharram 1435 H
16, 17, 18 Desember 2013/ 13, 14, 15 Shafar 1435 H

Puasa 1/3 (sepertiga) bulan yakni di bulan Dzulhijjah antara 6 Oktober 2013 - 4 November 2013 / Dzulhijjah 1434 H

Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji yakni : 14 Oktober 2013 / 9 Dzulhijjah 1434 H. 

Tidak diperkenankan berpuasa : 
Hari Idul Adha - 10 Dzulhijjah / 15 Oktober 2013 
Hari tasyriq - 11, 12, 13 Dzulhijjah / 16, 17, 18 Oktober 2013 / Dzulhijjah 1434 H 

Puasa bulan Muharram - ‘Asyura’ selama 3 (tiga) hari - tanggal 9,10,11 Muharram. Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 (Tasu’a dan ‘Asyura) yakni : 13, 14, 15 November 2013/ 9, 10, 11 Muharram 1435 H.

Puasa pada sebagian bulan Sya’ban antara 10 Juni - 9 Juli 2013

Puasa 6 hari pada bulan Syawal antara 9Agustus - 6 September 2013. Tidak diperkenankan puasa pada      1 Syawwal (9 Agustus 2013).

Puasa Daud yaitu puasa berselang-seling,  berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari

Ringkasan - Referensi :
  1. Penanggalan Tahun 2013 - Penerbit Gema Insani.
  2. Fiqhus Sunnah Sayyid Sabiq
  3. Tamamul Minnah, Muhammad Nashiruddin al-Albani
  4. Al-Islam- Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia.
  5. http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2013/01/01/jadwal-puasa-sunnah-di-tahun-2013-521315.html 
Demikianlah jadwal puasa tahun 2013 yang bisa kami himpun, semoga artikel Jadwal Puasa Tahun 2013 bermanfaat bagi saudara muslim yang ada disegenap penjuru dunia, insya Alloh...

Selasa, 07 Mei 2013

Syirkah dan Pengertiannya


Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat serta salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad Shollalohu ‘alaihi wassalam, amma ba’ad…pada kesempatan ini kami akan membahas mengenai “SYIRKAH dan PERNGETIANNYA”.
Syirkah dan Pengertiannya

Definisi syirkah, mengandung arti campuran. Secara terminologis syirkah mengandung arti apa yang dilakukan atas dasar pilihan di antara persekutuan dua orang atau lebih untuk mendapatkan laba.
Adapun tentang pensyari’atan syirkah adalah sesuai dengan firman Alloh Azza wa Jalla dan Q.S. Shaad : 24
Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini." Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat.”
Dari As-Sa’ib Radiallohu’an, dia mengatakan bahwa Nabi Sholallohu ‘alaihi wassalam bersabda, “Kau adalah rekan kerjaku di zaman jahiliyyah. Kau adalah sebaik-baik rekan kerja. Kau tidak pernah memperdayaiku atau pun mendebatku.”

Imam asy-Syaukani berkata dalam kitab as-sailul jarrar (III/246), (III248), “ Syirkah yang syar’i tercipta dengan adanya kerelaan masing-masing pihak untuk membayar modal tertentu. Setelah itu, mereka mencari hasil dan laba bersama dengan bagian keuntungan sesuai investasi yang ditanamkan. Masing-masing juga berkewajiban menanggung beban yang keluar dari harta perserikatan sesuai dengan modal yang diberikan. Seandainya masing-masing pihak rela dengan hasil keuntungan yang sama , sekalipun perbandingan modalnya jauh berbeda, maka yang seperti itu boleh dan sah, serta tidak masalah secara syari’ah. Karena yang demikian itu merupakan perdagangan yang didasarkan atas kerelaan dan kesepakatan masing-masing pihak.”

Sumber  :  Sifat Bisnis Nabi “Syaikh DR. Abdul Azhim bin Badawi / Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil ‘Aziz : Kitaabul Buyuu’, Semoga artikel tentang Syirkah dan Pengertiannya di atas bisa diambil manfaat dan dilaksanakan, aamiin....

Kamis, 11 April 2013

Pemilihan Masalah Penelitian

Menentukan masalah penelitian merupakan awal sebelum melakukan pengembangan terhadap desain penelitian. Sesuatu yang dipaparkan dalam desain penelitian diantaranya apa, mengapa, serta bagaimana masalah tersebut harus diteliti sebagai suatu pedoman ketika melakukan proses penelitian dan diharapkan dari hasil penelitian tersebut akan bermanfaat bagi semua pihak yang ikut terlibat di dalam proses penelitian.

Kegagalan utama dalam penelitian biasanya dikarenakan adanya kelemahan dalam memilih dan mengonseptualisasikan suatu topik penelitian. Ini adalah salah satu masalah yang sering dihadapi dan dirasa paling sulit oleh para peneliti. Namun, setelah masalah tersebut dapat terpecahkan oleh peneliti, maka proses berikutnya akan lebih mudah untuk dikerjakan. Ini adalah pembatasan topic atau pemusatan pendekatan terhadap topic supaya bisa dipahami secara efektif.

Seorang peneliti Bruce A. Vhadwidck mengatakan bahwa, di dalam perumusan masalah terdapat tiga hal penting, diantaranya menciptakan suatu pertanyaan (sesuatu apa yang ingin diketahui), rasional (kenapa ingin mengetahuinya), dan perumusan pada pertanyaan (arah pertanyaan sendiri mengarah pada suatu jawaban yang rasional).

Selain beberapa masalah di atas, ada beberapa kriteria masalah lain yang perlu diketahui, misalnya topik dan masalah yang menarik, adanya signifikansi antara teoritis dengan praktis, bisa diuji dengan metode pengumpulan data dan analisis data, da nada kesesuaian antara biaya dan waktu. Perumusan masalah harus dibuat dengan lugas, jelas, tidak ambiguitas, dan menggambarkan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. Rumusan masalah dapat dibuat lebih dari satu, tentunya harus disesuaikan dengan tujuan yang terdapat pada penelitian.

Perumusan judul dapat dilakukan di dalam perumusan masalah. Walaupun di dalam judul sudah dituangkan suatu permasalahan, namun penafsiran pembaca dapat berbeda dengan yang dimaksudkan oleh peneliti. Masalah-masalah yang timbul dalam penelitian dituangkan dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Jenis pertanyaan juga harus fleskibel (memungkinkan dilakukan penelitian), bisa diukur dari beberapa pertimbangan aspek, seperti waktu, tenaga, serta biaya. Jenis pertanyaan yang diajukan harus jelas, ini untuk memudahkan pembaca dalam memahamai apa yang akan diteliti. Pertanyaan adalah sesuatu yang harus dijawab dan terikat dengan etika.

Sebagai contoh permasalahan prestasi belajar siswa, pada rumusan masalah harus jelas tidak boleh ambigu. Hal lain yang penting adalah penelitian harus terjangkau dan dapat dilaksanakan baik dari ukuran waktu dan biaya. Jika peneliti salah dalam merumuskan masalah maka akan berakibat fatal dalam pemecahan masalah tersebut. Intinya adalah peneliti harus berhati-hati ketika membuat pertanyaan karena salah satu kerangka dasar penelitian adalah rumusan masalah. Yang perlu diperhatikan lagi adalah referensi yang tidak signifakan dan tidak sesuai dengan asumsi.

Rabu, 10 April 2013

Pengertian Anak Usia Dini

Siapa saja yang disebut anak usia dini? Ada banyak pendapat yang menjelaskan hal tersebut. Diantaranya pendapat dari National Association for The Education of Young Children (NAEYC), yang menjelaskan bahwa kategori anak usia dini adalah mereka yang usianya antara 0-8 tahun. Jenjang pendidikan anak tersebut biasanya masih berada pada tahap program pendidikan anak di tempat penitipan anak, pendidikan pra sekolah, dan TK atau SD.

Sedangkan menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Pasal 1 ayat 14 menjelaskan bahwa, tujuan dari pendidikan usia dini adalah upaya pembinaan sejak anak lahir hingga usianya mencapai 6 tahun dan dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan, ini sangat membantu perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani anak supaya mempunyai kesiapan untuk memasuki pendidikan lebih lanjut.

Sedangkan UNESCO yang telah mendapat persetujuan dari Negara-negara anggotanya mengkalsifikasikan jenjang pendidikan menjadi 7 jenjang dan disebut sebagai International Standard Classification of Education (ISDEC). Pendidikan anak usia dini dalam jenjang yang ditetapkan UNESCO berada pada level 0 atau setara dengan jenjang pra sekolah untuk anak usia antara 3-5 tahun.

Menurut UNESCO, dalam beberapa Negara implementasi pendidikan anak usia dini tidak selalu sama dengan jenjang usianya. Beberapa Negara ada yang melaksanakan pendidikan usia dini lebih awal yakni ketika usia anak mencapai 2 tahun dan mengakhirinya di usia 6 tahun. Bahkan di beberapa Negara ada yang memasukan pendidikan dasar sebagai pendidikan anak usia dini. Fokus pembahasan ini adalah anak usia dini yang usianya di bawah atau kurang dari 4 tahun saja.

Perlu Anda pahami bahwa anak usia dini mempunyai ciri yang sangat khas, ciri ini tentu saja berbeda dengan fase anak pada usia lainnya. Berikut beberapa karakteristik anak usia dini:

1. Memiliki rasa keingintahuan yang besar

2. Pribadi yang unik

3. Suka berimajinasi dan berfantasi

4. Masa yang sangat potensial untuk belajar

5. Memilki sikap egosentris

6. Daya konsentrasi yang rendah

7. Bagian dari makhluk sosial

Sabtu, 06 April 2013

Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam


Bismillah, Alhamdulillah, Sholawat dan Salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad Shollahu alaihi wassalam, para sahabatnya, para tabi’in, dan kepada yang mengikutinya hingga hari kiamat, amma ba’du..
Pada kesempatan ini kami akan memposting artikel Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam, semoga bisa menambah wawasan mengenai agama islam.

Saudaraku yang dirahmati Alloh Azza wa Jalla, Rosululloh bersabda, “sebaik-baik permainan bagi wanita adakah tenunan.” (Anas, diriwayatkan oleh Dailimi

Aisyah Rodhiyallohu ‘anha berkata, “suara pintalan tenun wanita dapat mengimbangi takbir di jalan Alloh. Dan wanita yang memberikan pakaian kepada suaminya dari hasil tenunannya, maka dari setiap lubang ia akan mendapat 100 derajat ketinggian. “Umar bin Khoto\tob Rodiallohu ‘anhu berkata, “sebaik-baik kebiasaan bagi wanita ialah menenun.” (Natsar Al-Dur : II/29)

Ustadzah Aminah As-Sa’di di dalam ulasannya menulis bahwa untuk mempertahankan hidupnya manusia dihadapkan perjuangan mencari rezeki. Ada yang bekerja untuk memnuhi kekurangan suami, ada yang belum bersuami tetapi orang tua sudah tidak mampu. Namun banyak wanita yang terjebak dalam pekerjaannya. Kadang-kadang terbentur harus melanggar norma-norma wanita muslimah. Bahkan tidak sedikit kaum wanita yang meniru-niru pekerjaan laki-laki, atau mungkin bisa lebih, yang jauh dari nilai agama.

Dr. Anwar Jundi menambahkan bahwa islam tidak menghendaki seorang wanita keluar dari rumahnya hanya sekedar untuk beraktifitas yang tidak sesuai dengan kudratnya , baik itu dengan dalih kemaslahatan masyarakat maupun hanya sekedar untuk keperluan pribadinya. Wanita diperbolehkan keluar bekerja ketika tidak ada yang menanggung keperluan untuk diri dan keluarganya sehari-hari dengan ketentuan bahwa pekerjaan itu sesuai dengan kodrat kewanitaanya.

Sebagai alasan atas hal ini, maka syaikh Ibnu Sulaiman mengatakan dan sangat emosional, dan mudah terpengaruh oleh angan-angan dan bujukan, mudah tunduk oleh cobaan budaya modern , dan hiasan kehidupan dunia yang menipu. Wanita mudah sekali berpaling dari kebenaran, terpengaruh oleh lingkungan, terbawa arus hawa nafsu tanpa pengendalian agama, dan dhamir (tanpa pertimbangan akal atau melihat akibatnya). Tidak semua pekerjaan sesuai dengan wanita, dan tidak semua pekerjaan pula sesuai dengan laki-laki. Masing-masing memiliki pekerjaan yang sesuai dengan kudratnya (fitrahnya masing-masing).

Anjuran menjahit pada hadits di atas hanya sekedar contoh dari beberapa pekerjaan yang sesuai dengan kudrat wanita. Dengan menjahit banyak hikmah yang terkandung di dalamnya, antara lain menjahit dapat dilakukan di dalam rumah, sehingga akan terhindar dari hal yang tidak disenangi agama, juga dengan menjahit wanita juga bisa melakukannnya dengan banyak berdzikir atau membaca hafalan Al Qur’an.

Mengeluarkan wanita dari rumah dan menyibukkannya, memang adalah suatu program yang sengaja disusun oleh musuh islam, sebagaimana yang dikemukakan oleh syaikh Muhammad bin Abdullah dalam bukunya menulis, “orang-orang barat menggunakan kondisi wanita muslim sebagai senjata untuk melukai islam, lalu mencelanya sebagai agama yang tidak efektif bagi kehidupan dan tidak memberikan keadilan yang layak bagi wanita. Mereka sibuk menggugah wanita muslimah untuk memberontak Islam. Mereka menuduh, bahwa islam merendahkan martabat wanita, melecehkan sebagai propagandanya, mereka menggunakan sarana-sarana informasi media masa. Mereka melepaskan semboyan kebebasan dan emansipasi wanita. Padahal sebenarnya hendak menipu kaum wanita. Agar menuntut hak-haknya, menyeru agar memberikan kebebasan, meninggalkan hal-hal yang berbau kuno dan mengekor hal-hal modern, walhasil munculah emansipasi wanita.
Dalam ‘Huququl Mar’ah’ disebutkan bahwa sebenarnya lebih banyak mudharat yang akan terjadi apabila wanita bekerja di luar rumah dibandingkan dengan manfaatnya, antara lain ialah  :
  • Sering terjadi kemungkaran, seperti : bercampur dengan lelaki, berkenalan, mengobrol, bertemu muka dengan yang diharamkan, memakai minyak wangi, memperlihatkan aurot kepada selain mahramnya sehingga menyeret kepada perzinahan.
  • Tidak bisa melaksanakan kewajiban kepada suami dengan baikMeremehkan urusan rumah tangga yang seharusnya menjadi bidang wanita
  • Mengurangi hak-hak anak dalam banyak hal  :   dalam kasih sayang, perhatian, pendidikan dan lain sebagainya.
  • Membuat cepat lelah dan penat fisik sehingga mempengaruhi jiwa serta syaraf yang tidak sesuai dengan tabi’at wanita
  • Mengurangi makna hakiki mengenai kepemimpinan suami dalam rumah tangga di hati wanita.

Di samping itu jika hasrat telah tertuju kepada pekerjaan, maka pikiran dan perasaannya menjadi sibuk, lupa dan bertambah jauh dari tugas-tugas yang alami, yaitu keharusan membina kehidupan suami-istri, mendidik anak, dan mengatur segala urusan rumah tangga. Padahal tabi’at dan kepribadian wanita memiliki kekhususan tersendiri. Nabi Shollahu ‘alaihi wassalam bersabda, “wanita adalah pemimpin di rumah suaminya, dan ia bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (Bukhari)

Memang ini adalah suatu rencana dari mereka, seperti dikatakan oleh ustadz Al-Hamid, agar bangsa yang dijajah tersebut menyadari kewajiban, sehingga keluar dari cara hidup islam sedikit demi sedikit.

Dr. Abdullah Nasih Ulwan menambahkan bahwa wanita bekerja diluar rumah tidak lain adalah termasuk misi-misi dari non islam yang hendak menghancurkan kaum muslimin dan muslimat dengan memberikan contoh-contoh kebebasan, persamaan dan lain sebagainya. Mengikuti perilaku-perilaku non muslim adalah larangan keras bagi kaum muslimin dan msulimat. Rosululloh Sholllohu ‘alahi wassalam bersabda, “ Bukan dari golongan kami orang yang menyerupai selain kami. Jangan kalian menyerupai Yahudi dan Nasrani.” (Tirmidzi)
Beliau juga bersabda. “barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Ahmad, Abu Dawud)

Oleh sebab itu kapada para wanita islam yang belum puas dengan islam, dan terus menuntut kebebasan dan persamaan hak atas nama hak emansipasi. Katakanlah  :   “Tuntutlah terus wahai wanita, agar kamu berkumis dan berjanggut.” Ustadzah Aminah As-Sa’id mengatakan, “tanamkanlah perasaan bahwa wanita itu tetap wanita dan jangan lupakan kerajaan kecilnya, yaitu rumah. Karena disitulah letak fitrah bagi dirinya.” Dibolehkan  bagi kaum wanita bekerja tetapi dengan syarat yang harus dipenuhi  :
  • Ada izin dari wali, baik dari suami atau orang tua
  • Pekerjaan halal, bukan haram, ataupun syuabhat
  • Tidak ada ikhtilat atau percampuran bebas antara laki-laki dan wanita 
  • Tidak tabaruj dan  tidak boleh menampakkan perhiasan
  • Tidak memaklai pakaian yang ketat atau melanggar aturan berpakaian bagi wanita dalam islam
  • Ada hijab antara laki-laki dan wanita
  • Jenis pekerjaan tidak melanggar kewajiban-kewajiban yang lain, seperti kewajiban terhadap suami, anak-anak dan urusan rumah tangganya.

Ali Rodiallohu ‘anhu pernah bertanya kapada Fatimah Radiallohu ‘anha putri Nabi Shollahu ‘alaihi wasslam, “Wahai Fatimah, apakah yang baik bagi seorang wanita ?” Fatimah Radiallohu ‘anhua menjawab, “Hendaknya ia tidak melihat lelaki (ajnabi/yang bukan mahram) dan lelaki (ajnabi) tidak melihatnya.”

Ada yang mengatakan bahwa wanita yang bekerja bisa mengenyahkan rasa bosan yang berkepanjangan karena dia harus terus-menerus terkurung di dalam tembok rumah.

Dikatakan kepada mereka bahwa tugas wanita adalah di rumah suaminya, menjaga hartanya, mengatur urusannya, menyadari kedudukannya sebagai istri dan ibu rumah tangga, dan tugasnya menjadikan rumahnya sebagai surga, itu sudah cukup untuk membunuh kekosongan hatinya.

Sumber  :  Fadhilah Wanita Sholehah (Abdurrahman Ahmad As-Sirbuny) - "Emansipasi Wanita dalam Hal Bekerja di dalam Islam"