WATERFLO

infopaytren.com

Halaman

Selasa, 29 Oktober 2013

Lika-Liku Dunia Pendidikan di Indonesia

Saat ini memang pendidikan merupakan suatu hal yang wajar dan wajib untuk di jalankan bagi seluruh warga Indonesia. Kini hampir seluruh lapisan masyarakat menyadari betapa pentingnya suatu pendidikan bagi kelangsungan hidup yang akan datang.

Dunia pendidikan di Indonesia pada awalnya tidaklah semudah seperti yang dibayangkan.  Pada mulanya pendidikan ini mengalami berbagai hambatan dan rintangan, seperti tidak diperkenankannya warga pribumi untuk mendapatkan pendidikan yang lebih layak pada saat zaman penjajahan Belanda yang diduduki oleh VOC, kemudian saat terjadinya peralihan dari Belanda ke Inggris, kemudian penyerahan kembali oleh Inggris ke Hindia-Belanda sampai Indonesia dijajah oleh bangsa Jepang.

Sungguh merupakan sejarah yang panjang hingga akhirnya seluruh warga pribumi bisa mendapatkan kesetaraan dalam hal pendidikan. Selain adanya diskriminasi yang tinggi, begitu banyaknya kerja paksa yang harus dilakukan warga kelas bawah sehingga menyebabkan sebagian besar bangsa Indonesia pada zaman penjajahan masih mengalami buta huruf.

Setelah Bangsa Indonesia menjalani revolusi kemerdekaan, perlahan namun pasti kehidupan rakyat Indonesia terus membaik dan kualitas pendidikan pun terus ditingkatkan oleh pemerintah. Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, anak-anak yang berusia antara 6 – 7 tahun wajib mengikuti program belajar sampai 6tahun. Setelah program pendidikan dasar ini menuai keberhasilan, maka pemerintah pun mencanangkan pendidikan dasar 9 tahun, yang mana 3 tahun lanjutan merupakan Sekolah Menengah Pertama. Sayangnya upaya peningkatan kualitas pendidikan di era modern ini masih mengalami berbagai kendala, salah satunya biaya yang mahal. Karena masih banyaknya masyarakat yang hidup di garis kemiskinan, maka upaya pemerintah dalam upaya mengentaskan masyarakat dari buta huruf menjadi kendala tersendiri. Namun pemerintah pun tidak tinggal diam, pemerintah pun mulai mencanangkan sekolah gratis, yang mana para siswa yang ingin bersekolah tidak akan dikenakan biaya sepeser pun.



Hal ini merupakan langkah pemerintah agar masyarakat tertarik untuk menyekolahkan putra-putri penerus bangsa tanpa ada kekhawatiran dari orang tua akan ketidakmampuan dalam membiayai biaya pendidikan yang ada. Namun dengan cara tersebut pemerintah juga akan menemui efek negative dari kebijakan tersebut, karena akan membuat masyarakat memiliki daya saing yang rendah. Alangkah lebih baik jika sekolah gratis disalurkan tepat sesuai sasaran.

Senin, 28 Oktober 2013

Komite Sekolah

Komite sekolah adalah sebuah nama baru yang mana pengganti dari badan pembantu penyelenggara pendidikan. Meskipun secara substansi istilah tersebut masih nampak sama, namun perbedaannya justru terletak pada peran masyarakat dalam mewujudkan dan mendukung mutu pendidikan lebih dioptimalkan. Pada dasarnya komite sekolah sendiri merupakan badan mandiri sebagai wadah peranan masyarakat untuk meningkatkan pemerataan, mutu dan juga efisiensi pengelolaan dalam satuan pendidikan.
Tujuan dari pembentukan komite sekolah yaitu :

  • Untuk menyalurkan dan mewadahi aspirasi masyarakat untuk melahirkan suatu kebijakan operasional serta program pendidikan dalam satuan pendidikan.
  • Untuk meningkatkan peran dan tanggung jawab masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • Untuk menciptakan kondisi dan suasana yang transparan, demokratis dan akuntabel di dalam pelayanan dan juga penyelenggaraan pendidikan yang lebih baik dan bermutu.
Sementara fungsi dari komite sekolah itu sendiri yakni :
  • Bekerja sama dengan semua pihak untuk menyelenggarakan suatu pendidikan yang berkualitas.
  • Untuk mendorong tumbuhnya komitmen dan perhatian masyarakat akan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas.
  • Untuk menganalisa maupun menampung ide, aspirasi, maupun berbagai keperluan pendidikan yang akan di ajukan masyarakat.
Adapun beberapa hal yang di uraikan mengenai peranan komite sekolah terhadap penyelenggaraan sekolah adalah :
  • Memperlancar penyelenggaraan suatu kegiatan belajar mengajar di dalam sekolah, baik itu sarana maupun prasarana pendidikan.
  • Melakukan pembinaan perilaku dan sikap siswa
  • Membantu siswa yang kurang mampu dengan mencarikan sumber pendanaan
  • Memberikan suatu penghargaan terhadap keberhasilan pengelolaan sekolah
  • Melakukan penilaian sekolah guna pengembangan dalam pelaksanaan kurikulum
  • Melakukan pembahasan mengenai usulan RAPBS
  • Meminta sekolah supaya mengadakan suatu rapat untuk keperluan tertentu
Peranan komite sekolah sendiri di dalam peningkatan mutu pendidikan tentunya perlu memperoleh dukungan dari semua komponen pendidikan termasuk kepala sekolah, guru, siswa, wali murid, institusi pendidikan maupun masyarakat. Dengan begitu perlu sebuah koordinasi dan kerja sama yang erat antara seluruh komponen pendidikan tersebut sampai usaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang dilakukan bisa lebih efektif dan juga efisien.

Jumat, 25 Oktober 2013

Jenis – Jenis Jalur Pendidikan

Agar bisa mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, dalam proses pendidikan yang berfungsi untuk mengembangkan suatu potensi yang ada didalam diri para peserta didik disebut sebagai jalur pendidikan. Pada prinsipnya, Jalur Pendidikan dibedakan ke dalam 3(tiga) jenis, yaitu :

1. Pendidikan formal
Pendidikan formal adalah pendidikan yang ditempuh pada lembaga legal dan tahapan dalam pendidikan ini sangat jelas. Dalam pendidikan Formal,  peserta didik harus menempuh pendidikan dasar yang memiliki durasi waktu selama 9 (Sembilan) tahun, selanjutnya dilanjutkan ke tingkat SMA atau SMK, setelah itu para peserta didik juga masih bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi yaitu ke Perguruan tinggi.

2. Pendidikan Non-Formal
Pendidikan non-formal  biasanya terdapat pada anak usia belia ataupun sebagai pendidikan penunjang kegiatan belajar secara formal. Pendidikan non-formal  sangat mudah kita jumpai, seperti  hadirnya tempat kursus,  seperti  kursus bimbingan belajar, kursus menyanyi, kursus menari dan sebagainya. Sedang  yang lainnya  bisa kita jumpai pendidikan di TPA untuk peserta didik beragama Muslim atau  Sekolah Minggu untuk peserta didik beragama Kristen dan Khatolik.  Memang tidak semua lapisan masyarakat mampu mengenyam pendidikan non-formal, tapi banyak juga lembaga yang menyediakannya secara gratis.



3. Pendidikan informal
Disebut sebagai pendidikan informal karena pendidikan ini dilakukan secara mandiri dari dalam diri sendiri yang memiliki kesadaran serta tanggung jawab yang penuh dalam proses penerapannya. Pendidikan informal biasanya dimulai dari lingkungan keluarga serta lingkungan masyarakat. Jika pendidikan ini dimulai dari ruang lingkup keluarga, maka peran orang tua sangatlah penting karena orang tua merupakan panutan pertama yang biasanya dijadikan teladan dari para peserta didik.  Maka dari itu, orang tua pun harus memiliki keahlian dan pengetahuan yang cukup sehingga dampak yang diharapkan akan berhasil dengan baik. Sementara itu, pendidikan dari lingkungan masyarakat juga tidak kalah penting, karena peran masyarakat adalah sebagai penunjang pembentukan karakter seseorang.  Jika kita memiliki lingkungan masyarakat yang baik, maka para peserta didik pun akan menghormati dan menjalankan sesuai adat dan istiadat yang ada. Namun jika dilingkungkan masyarakat tidak memiliki perilaku yang baik, dikhawatirkan akan memiliki dampak yang buruk dalam perkembangan mental seseorang.

Rabu, 23 Oktober 2013

Tata Tertib Sekolah

Kedisiplinan dan ketertiban di lingkungan sekolah memang sangatlah penting, karena hal ini sering kali terjadi pelanggaran kedisiplinan dan ketertiban yang dilakukan para siswa. Oleh sebab itu kedisiplinan dan ketertiban perlu kita atur dalam sebuah tatanan yang biasa kita sebut dengan tata tertib sekolah. Adapun dibuatnya tata tertib tersebut memiliki dua tujuan yaitu tujuan khusus dan juga tujuan umum. Secara khusus memiliki tujuan supaya kepala sekolah bisa menciptakan suasana yang kondusif bagi semua warga sekolah, supaya para guru bisa melaksanakan belajar mengajar dengan optimal dan supaya tercipta kerja sama di antara para orang tua dengan sekolah dalam mengemban tugas pendidikan. Sedangkan tujuan secara umumnya yaitu agar terlaksananya kurikulum secara baik serta bisa menunjang peningkatan mutu pendidikan di dalam sekolah.

Untuk bisa menegakkan kedisiplinan di dalam lingkungan sekolah memang diperlukan tunjangan peraturan dengan ketentuan-ketentuan yang sifatnya mengikat setiap komponen baik itu guru, siswa maupun kepala sekolah guna mencapai tujuan yang sudah ditetapkan berupa tata tertib sekolah. Sementara untuk menegakkan tata tertib tersebut haruslah dimulai dari kelompok sekolah itu sendiri, dengan begitu maka sekolah bisa menjadi tempat dan sarana belajar dengan manajerial yang baik. Selain itu disiplin memang merupakan hal penting yang harus ditanamkan kepada anak didik kita di sekolah sedini mungkin, dengan tata tertib yang diterapkan setiap hari tersebut maka bisa membuat para siswa menjadi terbiasa untuk bersikap disiplin dan tertib. Kelas pun juga harus memiliki tata tertib sendiri yang harus dicontohkan dan dijelaskan kepada siswa agar dilaksanakan terus menerus. Beberapa taat tertib tersebut antara lain seperti :

Masuk sekolah

  • - Siswa diharuskan datang tepat waktu
  • - Tas dan alat tulis ditaruh di laci meja, setelah itu keluar kelas
  • - Bagi siswa yang mendapat giliran piket harus datang lebih awal
  • - Bagi siswa yang tidak masuk harus membuat surat izin tertulis
  • - Guru tidak boleh terlambat datang
Di dalam kelas
  • - Doa dipimpin ketua kelas
  • -Memberikan salam pada guru
  • - Guru melakukan absensi
  • - Tidak boleh bercanda atau melakukan kegiatan lainnya ketika proses belajar
  • - Siswa tidak boleh keluar kelas tanpa izin
  • - Guru dilarang meninggalkan kelas saat pelajaran berlangsung
Adapun beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari adanya tata tertib sekolah, yaitu :

Memberikan dukungan supaya terciptanya sikap ataupun perilaku yang tidak menyimpang

Membantu para siswa untuk menyesuaikan diri dan memahami diri dengan tuntutan lingkungan

Sebuah lingkungan sekolah yang tertib dapat memberikan gambaran lingkungan siswa yang gigih giat, penuh perhatian, serius dan kompetitif dalam pembelajarannya. Sehingga dengan adanya tata tertib sekolah tersebut diharapkan bisa memberikan andil besar terhadap lahirnya siswa yang berhasil serta berkepribadian yang unggul.

Mengenal Tahapan Pendidikan yang ada di Indonesia

Ada beberapa tahapan pendidikan yang harus ditempuh sebelum kita melangkah jauh ke perguruan tinggi. Pada dasarnya, yang namanya pendidikan adalah pembekalan ilmu pengetahuan serta kemampuan bermasyarakat yang nantinya akan berguna dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan Tahapan Pendidikan sendiri dibagi dalam beberapa tahapan berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, tingkat perkembangan dan usia peserta didik.

Beberapa Tahapan pendidikan yang ada  di Indonesia :

1. Pendidikan pada usia dini
Pendidikan pada usia dini bertujuan untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan seorang anak dalam mempersiapkan diri menerima pendidikan yang lebih lanjut, baik itu secara jasmani maupun rohani. Pendidikan pada usia dini lebih dikenal sebagai PAUD, dengan peserta dimulai dari 0 (nol) tahun dan maksimal adalah 6 (enam) tahun. Hal ini tertuang dalam Undang-undang yang diatur pemerintah Nomor 20 (dua puluh ) pada tahun 2013, dan pasal yang berhubungan dengan hal tersebut adalah Pasal 1 (Pertama ) dengan Butir 14 (Empat belas) dimana pembahasannya mengenai Sistem Pendidikan Nasional.

2. Pendidikan  wajib 9 ( Sembilan ) tahun
Pendidikan wajib 9 (Sembilan) tahun merupakan program wajib dari pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Banyak dari masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendidikan yang mencukupi, sehingga hal ini akan berdampak pada masa depan calon penerus bangsa. Oleh karenanya, pendidikan wajib selama sembilan tahun disebut sebagai pendidikan paling dasar, yang mana dibagi menjadi  Sekolah Dasar 6 ( Enam ) tahun dan Sekolah Menengah Pertama selama 3 (Tiga ) tahun.

3. Pendidikan Sekolah Menengah
Pendidikan Sekolah Menengah merupakan program pendidikan lanjutan dari jenjang Pendidikan dasar. Dalam pendidikan ini, para  peserta didik mulai diberikan pendidikan yang lebih spesifik berdasarkan kemampuan, minat dan bakat yang mereka miliki. Jika peserta didik memilih melanjutkan pendidikan di tingkat SMK, peserta didik akan memiliki keahlian yang lebih khusus sehingga akan mempermudah peserta didik untuk menemukan lapangan pekerjaan jika mereka enggan atau tidak mampu melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.



4. Pendidikan Perguruan Tinggi
Pendidikan perguruan tinggi merupakan pendidikan lanjutan yang berbasis akademik ataupun profesional guna menunjang karir yang ingin dicapai.

Jumat, 18 Oktober 2013

Jenis Pendidikan yang ada di Indonesia

Yang dimaksud dengan jenis pendidikan adalah suatu lembaga yang dibentuk untuk melakukan pembelajaran sesuatu dengan mengkhususkan tujuan suatu pendidikan  di dalam satuan pendidikan itu sendiri.
Berikut beberapa jenis pendidikan yang ada di Indonesia

1. Pendidikan untuk Umum
Pendidikan untuk umum merupakan pendidikan dasar 9 tahun yang meliputi 6tahun Sekolah Dasar dan 3tahun untuk Sekolah Menengah Pertama. Pendidikan untuk umum memiliki tujuan agar para siswa mendapatkan pengetahuan yang cukup sebagai bekal melanjutkan ke perguruan tinggi ataupun dalam mencari pekerjaan. Selain itu pengetahuan umum juga berguna dalam bersosialisasi di kehidupan sehari-hari.

2. Pendidikan berbasis Kejuruan
Pendidikan berbasis Kejuruan merupakan terobosan yang menjanjikan dalam mendapatkan kesempatan bekerja setelah selesai menempuh pendidikan dasar 9 tahun. Dengan sistem tersebut, pemerintah mampu mencetak individu-individu yang berkualitas serta memiliki keahlian yang lebih khusus. Di Indonesia, bentuk pendidikan berbasis Kejuruan biasa disebut SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan , dan sekolah tersebut memiliki bermacam-macam pilihan spesialisasi keahlian sehingga para siswa bisa dengan leluasa belajar sesuai dengan minat mereka.

3. Pendidikan lanjutan Akademik
Pendidikan lanjutan Akademik adalah pendidikan tinggi setelah selesai menempuh SMA atau Sekolah Menengah Atas. Biasanya program yang disediakan adalah program Sarjana serta Pascasarjana.

4. Pendidikan lanjutan Profesi
Pendidikan lanjutan Profesi adalah pendidikan lanjutan setelah siswa menempuh program Sarjana. Biasanya program ini dikhususkan untuk menekuni bidang tertentu guna menjadi seorang professional saat menekuni suatu profesi.

5. Pendidikan lanjutan Vokasi
Pendidikan Lanjutan Vokasi  adalah  salah satu pendidikan tinggi dengan memberikan keahlian tertentu pada peserta didiknya, namun batas pendidikan yang diberikan hanya sampai pada Strata 1 atau Diploma 4.

6. Pendidikan berbasis Keagamaan
Pendidikan berbasis Keagamaan di masukkan kedalam kurikulum pendidikan Indonesia pada saat peserta didik mengenyam pendidikan dasar 9tahun. Hal ini bertujuan agar para peserta didik mampu mengamalkan ajaran agama sesuai dengan dasar Negara Indonesia yaitu Pancasila.



7. Pendidikan Jalur Khusus
Pendidikan jalur Khusus biasanya diperuntukkan bagi siswa yang memiliki kebutuhan Khusus, seperti autis, atau anak dengan kecerdasan diatas rata-rata. Sekolah yang mengayomi anak-anak tersebut lebih kita kenal dengan sebutan SLB atau Sekolah Luar Biasa.

Sabtu, 07 September 2013

Dasar-Dasar Penelitian

Melakukan sebuah penelitian memang merupakan sebuah hal yang sangat menyenangkan untuk dilakukan tetapi selain itu juga akan memberikan sumbangan yang baik bagi kemajuan pengetahuan yang kita miliki. Untuk melakukan penelitian maka kita harus memperhatikan tentang banyak hal khususnya mengenai dasar-dasar penelitian yang harus kita pahami dengan seksama terlebih dahulu.

Hal ini sangat penting untuk kita lakukan agar dapat melakukan sebuah penelitian ilmiah yang bersifat objektif sehingga akan mampu memberikan data yang akurat yang dapat kita uji kebenarannya. Artikel berikut ini mungkin dapat membantu anda karena disini saya akan menjelaskan tentang dasar-dasar penelitian ilmiah, simak ulasan di bawah ini!

- Pendekatan. Ada dua jenis pendekatan yang kita lakukan dalam melakukan sebuah penelitian ilmiah. Pertama adalah tentang pendekatan ilmiah atau sebuah pendekatan yang menggunakan teori yang kita kembangkan yang dengannya kita aplikasikan pada data empiris yang diharapkan mampu memberikan sebuah hasil yang bersifat objektif. Yang kedua ada pendekatan non ilmiah, ini dapat terjadi dengan intuisi,prasangka,pikiran kritis ataupun yang lainnya.

- Sifat penelitian. Dalam melakukan penelitian kita perlu memperhatikan beberapa sifat . diantaranya skeptic atau sebuah sikap yang selalu mencari kebenaran tentang sebuah pernyataan yang ada pada penelitian. Sikap analisis yaitu dengan melakukan penganalisisan data pada setiap masalah dalam penelitian sehingga mampu terpecahkan. Kemudian sikap kritis yang memandang sebuah masalah penelitian berdasarkan logika dan juga objektifitas data yang diteliti.

- Syarat penelitian. Secara umum syarat penelitian merupakan hal yang sangat kita butuhkan untuk mendapatkan sebuah data yang benar-benar akurat. Pertama menyoalkan tentang masalah dan juga tujuan penelitian yang harus dijelaskan dengan tepat. Rumusan masalah, hingga prosedur penelitian yang digunakan pun harus jelas dan terbuka agar dilain waktu peneliti lain dapat dengan mudah mengembangkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

- Membuat sebuah kesimpulan hasil penelitian yang didasarkan pada objektifitas data yang akurat dan telah teruji kebenarannya.

- Selanjutnya kita juga harus memperhatikan hubungan antar beberapa variabel yang ada pada penelitian agar mampu dikembangkan dengan maksimal.

Nah itulah sedikit ulasan tentang dasar-dasar dalam sebuah penelitian ilmiah. Dengan memperhatikan beberapa hal tersebut maka akan tercipta penelitian yang memiliki hasil yang akurat. Semoga bermanfaat.

Jumat, 06 September 2013

Informasi Tentang Skala Pengukuran

Dalam melakukan sebuah penelitian terkadang kita memerlukan pengukuran data dalam bentuk angka-angka dan hal ini sangat penting demi keakuratan data yang kita peroleh, untuk itulah kita menggunakan skala pengukuran yang telah mendapat kesepakatan bersama. Misalnya saja ketika anda menginginkan untuk mengukur berat suatu benda maka anda memerlukan sebuah timbangan yang tentu telah memiliki skala pengukuran tertentu.

Dengan cara tersebut data yang anda peroleh akan dapat dengan mudah dipahami dan di tindak lanjuti karena disajikan dalam bentuk kuantitatif yang mengandalkan angka-angka. Dengan satuan pengukuran ini kita dapat melakukan sebuah penelitian dengan waktu yang cepat mudah dan memiliki keakuratan yang lebih baik. Untuk itulah artikel berikut ini sangat layak untuk anda baca karena disini saya akan menjelaskan kepada anda tentang skala pengukuran yang harus anda ketahui , simak ulasan berikut!

Skala pengukuran dapat kita bedakan menjadi empat jenis yang diantaranya adalah skala nominal, skala ordinal, skala interval dan yang terakhir ada skala rasio. Keempat skala pengukuran tersebut memiliki perbedaan seperti yang saya jelaskan di bawah ini.

1. Yang pertama kita menjumpai skala nominal. Dari keempat skala pengukuran yang ada maka bisa kita katakan bahwa skala nominal ini merupakan sebuah skala pengukuran yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan oleh kita. Skala ini memudahkan bagi kita untuk mengklasifikasikan orang ataupun objek lainnya dalam sebuah kelompok dengan metode kualitatif. Misalkan saja dengan mengelompokkan orang berdasarkan jenis kelaminnya, Pria dan wanita misalnya.

2. Yang kedua ada skala ordinal. Skala ini memberi kemudahan bagi kita untuk menyusun sebuah data berdasarkan urutannya dengan menggunakan data yang bersifat kuantitatif. Misalnya saja pada saat kita mengukur berat badan sekelompok orang maka kita akan dapat dengan mudah mengurutkannya berdasarkan nilai berat badan yang paling kecil ke yang paling besar ataupun juga sebaliknya.

3. Skala interval memiliki kelebihan tentang penyajian data jika kita bandingkan dengan dua skala di atas. Skala interval ini memiliki cara penyusunan data yang hampir serupa dengan skala ordinal. Namun pada skala interval kita akan dapat mengetahui data dengan lebih akurat karena dapat menentukan selisih antar objek diteliti.

4. Yang terakhir ada skala rasio yang sebenarnya telah mencakup ketiga skala di atas. Skala ini memberikan kita rasio pada objek yang kita data baik dengan cara pembagian maupun perkalian.

Demikianlah ulasan yang bisa saya berikan semoga memberi manfaat bagi anda.

Selasa, 03 September 2013

Manfaat Teoritis Penelitian

Seperti yang kita tahu, untuk mengetahui bagaimana serta seberapa jauh peran dari sebuah penelitian, maka sebaiknya melihat kembali jenis daripada penelitian itu sendiri. Penelitian memang memiliki peran penting apabila dilakukan dengan cara yang baik dan benar, karena suatu penelitian bisa digunakan sebagai jembatan untuk :
  • Menginterpretasikan fenomena yang ada di masyarakat serta meningkatkan kemampuannya.
  • Memudahkan dalam mencapai tujuan
  • Untuk memberikan rekomendasi
  • Untuk alat perencanaan dalam melakukan kegiatan berikutnya
  • Bisa mengatasi maupun menjawab persoalan yang tengah dihadapi
  • Untuk alat pengambilan keputusan
  • Untuk media pengembangan ilmu
  • Untuk alat pengambilan keputusan dalam memecahkan permasalahan
  • Untuk menyelesaikan masalahan sehari-hari
Manfaat penelitian sendiri yaitu untuk menyelidiki keadaan , alasan maupun konsekuensi terhadap keadaan tertentu. Keadaan tersebut dapat dikontrol dengan melalui eksperimen maupun berdasarkan observasi. Sebab penelitian berperan penting untuk memberikan fondasi atas tindak dan juga keputusan dalam semua aspek.

Apabila penelitian tidak di lakukan, maka semua kenyataan yang ada tidak akan pernah di lakukan pengujian dahulu dengan melalui penelitian. Banyak sekali yang menyimpulkan bahwasanya kontribusi atas hasil penelitian memiliki nilai yang sangat tinggi apabila kita bandingkan dengan biaya yang di keluarkan untuk memenuhi keperluan tersebut. Terdapat 2 cara untuk bisa menilai keuntungan dari dilakukannya penelitian. Yang pertama yaitu dengan menggunakan teknik "internal rate of return to investment" dan yang kedua melakukan penghitungan atas output per dolar.

Manfaat penelitian
Di dalam pengertian suatu penelitian mengandung dua manfaat, yaitu manfaat teoritis dan juga manfaat praktis.

1. Manfaat teoritis

Penelitian ini bertitik tolak dengan meragukan suatu teori tertentu atau yang disebut dengan penelitian verifikatif. Adanya keraguan terhadap teori itu muncul apabila yang terlibat tidak dapat lagi menjelaskan kejadian-kejadian aktual yang tengah dihadapi. Dilakukannya pengujian atas teori tersebut bisa melalui penelitian secara empiris serta hasilnya dapat menolak ataupun mengukuhkan serta merevisi teori yang berhubungan.

2. Manfaat praktis

Di lain sisi, penelitian juga berguna untuk memecahkan permasalahan praktis. Semua lembaga yang bisa kita jumpai di masyarakat, seperti lembaga pemerintahan ataupun lembaga swasta, sadar akan manfaat tersebut dengan menempatkan suatu penelitian dan juga pengembangan sebagai bagian dari integral organisasi merek.

Jadi kedua manfaat tersebut adalah syarat untuk dilakukannya sebuah penelitian yang mana telah dinyatakan di dalam desain atau rancangan penelitian.

Senin, 02 September 2013

Implikasi Penelitian

Pada dasarnya implikasi bisa kita definisikan sebagai akibat langsung atau konsekuensi atas temuan hasil suatu penelitian. Akan tetapi secara bahasa memiliki arti sesuatu yang telah tersimpul di dalamnya. Di dalam konteks penelitian sendiri, implikasi bisa di lihat. Apabila dalam sebuah penelitian kita mempunyai kesimpulan misalnya "A", "Manusia itu bernafas". Maka "Manusia itu bernafas" yang kita sebut dengan implikasi penelitian. Untuk contohnya, dalam hasil penelitian kita menemukan bahwa siswa yang di ajar dengan metode "A" lebih kreatif serta memiliki skill yang lebih baik.

Dengan demikian dengan menggunakan metode belajar "A" kita bisa mengharapkan siswa menjadi lebih kreatif dan juga memiliki skill yang baik. Setelah itu perlu juga untuk dihubungkan dengan konteks penelitian yang telah kita bangun. Contohnya, sampelnya kelas berapa? seperti apa karakteristik sekolah? ada berapa sampel? dan lain-lainnya. Nah, memang sudah seharusnya implikasi penelitian di lakukan secara spesifik layaknya karakteristik di atas.

Implikasi memiliki tujuan untuk membandingkan suatu hasil penelitian antara yang lalu dengan yang baru saja dilakukan. Adapun macam-macam implikasi seperti :
  • Implikasi teoristis
Dalam bagian ini seorang peneliti menyajikan berbagai gambar secara lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian tersebut. Tujuannya untuk meyakinkan para penguji terhadap kontribusi ilmu pengetahuan maupun teori yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah penelitian.
  • Implikasi manjerial
Bagian ini seorang peneliti menyajikan implikasi mengenai kebijakan-kebijakan yang bisa dikaitkan dengan berbagai temuan yang di dapatkan dari penelitian tersebut. Implikasi manajerial dapat memberikan suatu kontribusi yang praktis untuk manajemen.
  • Implikasi metodologi
Bagian ini cenderung bersifat operasional serta mampu menyajikan refleksi penulis tentang metodologi yang hendak digunakan di dalam penelitian yang dilakukan. Contohnya bagian ini bisa disajikan berupa penjelasan mengenai bagian dari metode penelitian mana yang sudah dilakukan dengan baik, bagian mana yang cenderung sulit, dan juga prosedur mana yang sudah dikembangkan untuk memecahkan berbagai masalah ataupun kesulitan yang sebenarnya belum tergambarkan pada literatur mengenai metode penelitian. Sebuah penelitian bisa menyajikan pendekatan-pendekatan yang dapat dipergunakan di dalam sebuah penelitian lanjutan maupun penelitian yang lainnya guna mempermudah atau meningkatkan mutu dari penelitian itu sendiri.

Rancangan Penelitian Kualitatif

Penelitian kualitatif merupakan sebuah penelitian yang tidak menggunakan perhitungan statistik, matematika maupun komputer di dalamnya. Sehingga proses penelitiannya dimulai dari menyusun sebuah asumsi dasar serta aturan berpikir yang hendak digunakan untuk penelitian. Adapun beberapa tahapan untuk membuat sebuah rancangan penelitian kualitatif yang akan dijadikan pedoman, meskipun belum ditetapkan patokan yang standar namun penelitian kualitatif cenderung sulit dibuat sebab terikat dengan karakteristiknya yang fleksibel dan jalannya sangat mudah berubah-ubah menyesuaikan kondisi.

Berikut ini rancangan yang bisa dilakukan untuk membuat penelitian kualitatif, yaitu dengan tahapan-tahapan :

1. Mengangkat permasalahan
Masalah dalam penelitian kualitatif adalah isu atau permasalahan yang nantinya akan menentukan keharusan mengapa harus dilakukannya penelitian tersebut. Permasalahan ini dapat muncul dari beberapa sumber. Baik itu dari pengalaman pribadi maupun yang lainnya. Intinya sumber tersebut memang sangatlah beragam. Dalam mengangkat suatu permasalahan, maka masalah tersebut harus mempunyai keunikan serta daya tarik tersendiri.

2. Menentukan topik penelitian
Pada penelitian kualitatif, untuk menentukan topik penelitian memang tidak bisa lepas dari kajian empiris dari permasalahan yang terus berlangsung serta dapat di amati. Sedangkan ketetapan suatu topik penelitian bisa di elaborasi berupa judul penelitian seperti :
  • Topik kebijakan dan perencanaan pendidikan
  • Topik ekonomi / pembiayaan pendidikan
  • Topik manajemen
  • Topik kepemimpinan
3. Menentukan fokus inQuiri
Pada penelitian kualitatif, fokus masalah juga disebut dengan pembatasan masalah. Misalnya topik yang dipilih yaitu kepemimpinan. Tentu yang harus di kaji adalah paradigma kepemimpinan yang tengah berkembang serta isu-isu mengenai kepemimpinan yang sedang hangat dibicarakan. Kemudian dalam penelitian kualitatif, untuk menentukan fokus juga harus didasarkan pada informasi terbaru yang didapatkan dalam situasi sosial.

4. Membentuk rumusan masalah
Fokus permasalahan di dalam penelitian kualitatif merupakan rumusan masalah yang sifatnya tidak tetap atau sementara serta bisa berubah setelah peneliti berada di lapangan. Sedangkan pertanyaan mengenai penelitian kualitatif dirumuskan dengan tujuan memahami fenomena yang kompleks yang erat kaitannya dengan berbagai aspek.

5. Prinsip perumusan masalah
Pada dasarnya prinsip perumusan masalah penelitian kualitatif di dapatkan dari hasil kajian rumusan masalah. Hal ini perlu untuk di kemukakan bahwa prinsip tersebut dilakukan untuk pedoman dalam merumuskan masalah.

Dalam penelitian memang tidak lepas dari yang namanya rancangan, akan tetapi pada rancangan penelitian kualitatif sifatnya sementara. Sebab pada saat penelitian berlangsung, seorang peneliti akan terus menyesuaikan rancangannya dengan melihat kenyataan yang sedang berlangsung.

Sabtu, 31 Agustus 2013

Penelitian Historis

Historical research atau yang kita kenal dengan penelitian historis merupakan suatu penelitian yang digunakan untuk merekonstruksi suatu kondisi di masa lalu secara sistematik, objektif dan juga secara akurat. Dengan melalui penelitian ini maka bukti-bukti akan dievaluasi dan di analisis serta kemudian di sintesiskan. Untuk selanjutnya akan dirumuskan suatu kesimpulan atas bukti-bukti tersebut.

Penelitian historis umumnya data yang didapatkan berasal dari catatan-catatan, laporan verbal maupun artifak-artifak. Sementara hasil penelitiannya dapat berupa narasi deskriptif atau bisa juga analisis terhadap suatu peristiwa yang telah lama terjadi. Adapun beberapa ciri yang paling dominan dalam penelitian historis, seperti :
  • Penelitian adakalanya akan lebih bergantung terhadap hasil observasi orang lain ketimbang hasil sendiri.
  • Data penelitian didapatkan dari observasi yang cermat, didapatkan dari sumber terpercaya dan datanya harus otentik dan objektif. 
  • Data yang didapatkan harus bersifat sistematik berdasarkan urutan peristiwa, serta harus bersifat tuntas.
  • Mensyaratkan data perlengkap dan juga data pokok. Data pokok tersebut bersumber atas penelitian yang dilakukan secara langsung baik dengan melakukan observasi ataupun benar-benar menyaksikan suatu kejadian yang dituliskan dalam laporan penelitian. Sementara data perlengkap didapatkan dari penelitian yang dihasilkan oleh orang lain.
  • Perlu adanya kritik internal maupun eksternal. Kritik eksternal bisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan seperti, apa dokumen ini bersifat realistik atau autentik? Sedangkan untuk kritik internal bisa dilakukan dengan menanyakan, apakah data tersebut relevan atau akurat?. Jadi kritik internal dan eksternal pulalah yang membuat penelitian historis menjadi bersifat ketat dan tertib
  • Seorang peneliti harus mengumpulkan data dengan tuntas, dan bukan mengumpulkannya secara tertulis dan yang dilihat saja. Melainkan harus menggali lebih lanjut lagi. Data-data terus digali dan kemudian di rekonstruksi kembali.
Sementara langkah umum dalam melakukan penelitian historis yaitu :
  • Merumuskan dan juga mengidentifikasi masalah.
  • Mengidentifikasi permasalahan dengan memberikan berbagai pertanyaan.
  • Merumuskan tujuan suatu penelitian serta apabila memungkinkan, maka juga menyusun hipotesis yang hendak digunakan sebagai arah fokus sebuah penelitian.
  • Membedakan data sekunder dan data primer, Kemudian data tersebut dikumpulkan. Dalam pengumpulan ini biasanya dibutuhkan lembaran catatan.
  • Yang terakhir menuangkan suatu hasil penelitian berupa laporan tertulis.

Jumat, 30 Agustus 2013

Matrik Penelitian

Matrik penelitian bisa kita katakan sebagai gambaran penelitian itu sendiri. Di dalam matrik penelitian biasanya terdapat beberapa hal yang harus kita isikan seperti judul, rumusan masalah, tujuan dari penelitian, hipotesis (apabila ada), populasi dan juga matrik itu sendiri.

Adapun untuk mengetahui lebih jelas perhatikan ulasan berikut.

1. Judul
Disini kita menuliskan judul penelitian yang dilakukan, seperti biasa judul bisa di dapatkan setelah melakukan penelitian. Sebab judul dan tema itu berbeda

2. Rumusan masalah
Di dalam rumusan masalah, disini kita menuliskan beberapa pertanyaan yang bisa diajukan. Pertanyaan tersebut di buat untuk memberi arahan mengenai penelitian yang dilakukan.

3. Batasan masalah
Di sini dilakukan batasan-batasan masalah supaya seorang peneliti tidak keluar dari jalur permasalahan yang telah ditentukan.

4. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian berisikan tujuan-tujuan yang hendak di ketahui dengan dilakukannya penelitian itu sendiri. Biasanya tujuan berisikan lebih dari satu, sehingga penelitian yang dilakukan bisa untuk mengetahui banyak hal.

5. Populasi
Populasi merupakan jumlah dari objek yang hendak diteliti, jadi ini merupakan kumpulan data-data yang menjadi bahan penelitian. Begitu juga dengan sampel dan sampling.

6. Matrik
Di dalam penyusunan matrik, diantaranya meliputi variabel, indikator, data yang hendak di gali maupun teknik untuk pengumpulan data yang dilakukan. Beberapa variabel biasanya di muat di dalamnya, selain itu indikator-indikator yang berpengaruh juga menjadi bahan masukan penelitian, Biasanya data yang digali ada beberapa hal termasuk di antaranya hal-hal yang hendak digali lebih jauh dengan dilakukannya penelitian tersebut. Adapun teknik pengumpulan data juga dimuat di dalamnya, teknik tersebut bisa berupa pengamatan, kuisoner maupun dengan teknik angket.

Biasanya matrik penelitian di buat dalam bentuk tabel, jadi tabel tersebut disusun berdasarkan informasi maupun data-data yang ada. Dengan menyusun matrik penelitian itulah seorang peneliti bisa lebih mudah dalam memberikan gambaran mengenai penelitian yang di lakukan termasuk judul, rumusan masalah, tujuan dan sebagainya. Selain itu matrik penelitian biasa digunakan untuk memudahkan dalam melakukan skripsi, sebab dengan begitu semua akan lebih berjalan terstruktur dan bisa mendapatkan hasil penelitian sesuai dengan yang di inginkan.

Kamis, 29 Agustus 2013

Desain Penelitian Kualitatif

Di dalam penelitian kualitatif, untuk bentuk desain sebuah penelitian memang dimungkinkan untuk bervariasi. Hal ini sesuai berdasarkan bentuk alami dari penelitian kualitatif yang memiliki sifat emergen yang mana suatu fenomena bisa muncul sesuai apa yang di temui peneliti ketika melakukan penelitian di lapangan.

Pendekatan kualitatif sendiri memang memberikan beragam pilihan desain penelitian. Namun desain-desain itu lebih bersifat aplikatif sehingga dapat mudah diterapkan dalam suatu penelitian. Jadi seorang peneliti bisa menentukan model yang sesuai untuk digunakan. Secara umum, ketika meneliti masyarakat misalnya, atau bisa juga sekumpulan individu, maka penelitian kualitatif menawarkan setidaknya tiga desain yaitu :

Penelitian lapangan
Desain ini digambarkan sebagai ragam metode guna memperoleh informasi di lapangan. Jadi peneliti yang menggunakan desain ini harus mempunyai kecerdasan maupun keahlian individu untuk bertindak dan berpikir ketika di lapangan. Sementara tujuan dilakukannya penelitian lapangan yaitu untuk mendapatkan pemaknaan sosial melalui berbagai perspektif di dalam konteks masyarakat atau sosial.

Etnometodologi dan Etnografi
Ini adalah ragam desain suatu penelitian yang detail daripada penelitian lapangan. Etnografi di definisikan sebagai kumpulan cara yang dipergunakan untuk menggambarkan cara pandang maupun budaya mereka melalui sebuah fenomena. Tidak jauh berbeda dengan etnografi, untuk etnometodologi menggunakan cara mendalam atas fenomena yang terjadi di masyarakat. Dalam desain penelitian ini kebenaran yang mereka cari di asumsikan tidak bersifat kaku dan sudah terbentuk, bersifat cair serta tidak stabil. Oleh karena itu diperlukan keterlibatan yang lebih jauh lagi dengan melakukan observasi dan partisipatif supaya mendapatkan hasil yang sesuai.

Studi kasus
Desain ini umumnya dilakukan dalam penelitian sebuah topik yang spesifik. Selain itu desain penelitian ini adalah penjelasan komprehensif serta uraian mengenai berbagai aspek atas sebuah kelompok ataupun individu. Ia mencoba untuk mengkaji sebuah kasus secara khusus dan maksimal yang bertujuan bisa memberikan pandangan secara lengkap atas subjek yang di teliti.

Penelitian kualitatif juga dapat dipandang sebuah penelitian partisipasi yang mana desain penelitiannya mempunyai sifat yang fleksibel atau dapat diubah menyesuaikan rencana yang sudah di buatnya dengan melihat gejala yang terdapat pada tempat penelitian sebenarnya. Sehingga untuk mendapatkan desain penelitian yang baik, seorang peneliti harus memperhatikan beberapa hal :
  • Seorang peneliti harus menaruh minat atas tema maupun topik yang lazimnya masih bersifat umum.
  • Permasalahan di analisis dan diidentifikasi guna menarik pertanyaan yang berhubungan dengan fokus permasalahan.
  • Seorang peneliti harus mengetahui orang yang mengetahui informasi-informasi yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil penelitian.
  • Hendaknya penelitian mengetahui sebuah metode yang sesuai untuk digunakan agar permasalahan cepat terselesaikan.

Rabu, 28 Agustus 2013

Data Hasil Penelitian

Aktivitas dalam sebuah penelitian memang tidak lepas dari keberadaan data yang seperti kita tahu merupakan bahan baku untuk informasi serta bisa memberikan gambaran yang spesifik atas objek penelitian. Adapun dengan melakukan suatu penelitian tentu akan mendapatkan data dari hasil penelitian yang dilakukan. Data hasil tersebut bisa berasal dari berbagai macam sumber yang telah dikumpulkan serta di olah dengan berbagai teknik selama kegiatan penelitian itu dilakukan. Data hasil penelitian sendiri bisa digolongkan menjadi dua. Yaitu berdasarkan sumbernya maupun berdasarkan sifatnya.

Data berdasarkan sumbernya
Data hasil penelitian ini bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Data primer
Data ini di dapatkan ataupun dihasilkan melalui sebuah penelitian langsung dari sumber datanya. Sehingga data primer ini juga disebut sebagai data baru atau data asli yang bersifat up to date. Seorang peneliti untuk bisa mendapatkan data ini harus mengumpulkannya dengan cara langsung. Peneliti bisa menggunakan teknik observasi, diskusi, wawancara maupun penyebaran kuisoner untuk mendapatkannya.

2. Data sekunder
Data ini di dapatkan atau bisa juga dihasilkan peneliti dari sumber yang telah ada. Jadi data hasil penelitian ini diperoleh melalui berbagai macam sumber seperti jurnal, laporan, buku dan sebagainya.

Data berdasarkan sifatnya
Data hasil penelitian berdasarkan sifat maupun bentuknya juga dapat dibedakan menjadi 2 jenis. Yaitu :

1. Data kualitatif
Data ini dinyatakan bukan dalam bentuk angka melainkan berbentuk kata-kata. Data ini dihasilkan dengan melalui berbagai teknik pengumpulan data, contohnya seperti wawancara, diskusi, analisis dokumen maupun observasi. Adapun bentuk lain dari data kualitatif berupa gambar yang didapatkan dari hasil rekaman video ataupun pemotretan.

2. Data kuantitatif
Data hasil penelitian ini berupa angka maupun bilangan. Sama seperti bentuknya data ini bisa di olah atau bisa di analisis dengan menggunakan teknik perhitungan statistika dan matematika. Berdasarkan cara atau prosesnya untuk menghasilkannya, data kuantitatif bisa dikelompokkan dalam 2 bentuk seperti :
  • Data diskrit, data ini berupa angka atau bilangan yang didapatkan melalui cara membilang.
  • Data kontinum, data ini berupa angka atau bilangan yang dihasilkan atas pengukuran.